Newcastle Incar Gelandang Monaco Lamine Camara sebagai Suksesor Tonali
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mulai memantau Lamine Camara, gelandang Monaco berusia 22 tahun, sebagai calon pengganti Sandro Tonali yang dikabarkan hengkang.
- Camara, yang dibanderol ยฃ43 juta, dinilai memiliki ketangguhan fisik dan visi bermain yang cocok dengan sistem Eddie Howe.
- Persaingan merebut tanda tangan pemain Senegal itu juga melibatkan Aston Villa dan Chelsea.

Newcastle United dikabarkan telah memulai langkah awal untuk merekrut gelandang Monaco, Lamine Camara, sebagai antisipasi kepergian Sandro Tonali yang mulai mencari tantangan baru di luar St. James' Park.
Menurut laporan The Athletic, tim analis pelatih Eddie Howe telah melakukan pemantauan intensif terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut. Camara, yang juga menjadi incaran Aston Villa dan Chelsea, dibanderol sekitar ยฃ43 juta oleh klub Ligue 1 itu. Langkah ini dinilai sebagai respons cepat Newcastle terhadap gejolak di lini tengah mereka.
Tonali, yang telah berkembang menjadi salah satu gelandang tengah terbaik di Eropa selama tiga musim bersama Newcastle, dikabarkan telah melakukan pembicaraan positif dengan Tottenham Hotspur. Padahal, The Magpies membanderol pemain asal Italia itu dengan harga ยฃ85 juta. Kepergian Tonali akan menjadi pukulan telak, terutama setelah Newcastle juga kehilangan Anthony Gordon yang pindah ke Barcelona.
Analis sepak bola Ben Mattinson menggambarkan Camara sebagai pemain dengan "mesin luar biasa yang mampu menjangkau area luas di lapangan." Lebih dari sekadar pekerja keras, Camara dikenal memiliki fisik kuat, percaya diri dalam menguasai bola, dan merupakan salah satu pengumpan paling rapi di Ligue 1. Ia konsisten menciptakan peluang dan membangun serangan dengan cerdas. Meski mungkin tidak se-elegan Tonali, Camara dinilai cocok dengan sistem yang ingin dihidupkan kembali oleh Howe.
Kedatangan Camara bisa memberikan fleksibilitas bagi lini tengah Newcastle. Sifat agresif dan intensitas tanpa henti yang dimilikinya diyakini mampu membebaskan Bruno Guimaraes untuk lebih leluasa mengatur permainan. Hal ini menjadi krusial mengingat performa playmaking Newcastle musim ini dinilai menurun.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Premier League semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari liga-liga Eropa, termasuk dari Afrika. Camara, yang merupakan pemain timnas Senegal, menunjukkan bahwa talenta Afrika terus menjadi incaran utama. Jika transfer ini terwujud, ia akan menjadi contoh lain bagaimana pemain Afrika bisa bersinar di panggung Premier League, sekaligus membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk bermimpi menembus liga tertinggi Inggris.
Newcastle tampaknya telah belajar dari kekacauan bursa transfer musim panas lalu. Mereka bersedia melepas pemain yang tidak lagi berkomitmen penuh, namun dengan harga yang sesuai. Jika berhasil mendatangkan Camara dan Victor Munoz (sayap Osasuna yang diincar sebagai pengganti Gordon), Newcastle tidak hanya akan mengganti dua pemain kunci, tetapi juga masih memiliki sisa dana yang cukup besar. Pertanyaannya, mampukah Camara beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan memenuhi ekspektasi sebagai penerus Tonali?



