Leeds United Incar Gelandang Veteran Sporting CP: Morita Alternatif Lebih Matang Ketimbang Charles
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan melakukan negosiasi intensif untuk mendatangkan gelandang Jepang Hidemasa Morita dari Sporting CP secara gratis pada bursa musim panas ini.
- Morita, 31 tahun, dinilai sebagai opsi jangka pendek yang lebih siap tempur di Premier League dibandingkan Shea Charles yang masih mentah dan baru starter 22 laga di Championship.
- Kebijakan merekrut pemain senior seperti Morita sejalan dengan strategi Leeds musim lalu yang mengandalkan pengalaman untuk bertahan di kasta tertinggi.

Leeds United tengah menggelar pembicaraan ekstensif untuk mengamankan jasa gelandang Sporting CP, Hidemasa Morita, yang akan habis kontrak pada akhir musim ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal Yorkshire itu lebih memilih pengalaman ketimbang potensi jangka panjang di lini tengah mereka.
Meski sudah memiliki kedalaman skuad di sektor gelandang—dengan nama seperti Ethan Ampadu, Ao Tanaka, serta rekrutan anyar Anton Stach dan Sean Longstaff—manajer Daniel Farke tetap membutuhkan tambahan amunisi. Cedera yang membayangi Longstaff dan Ilia Gruev membuat lini tengah Leeds rentan, terutama jika mereka ingin bertahan di Premier League musim depan.
Menurut laporan Daily Mail, Leeds juga tengah mempertimbangkan tawaran untuk gelandang Southampton, Shea Charles, yang dibanderol sekitar £20 juta. Namun, opsi Morita dinilai lebih realistis secara finansial karena statusnya sebagai pemain bebas transfer. Gelandang internasional Jepang berusia 31 tahun itu telah membuktikan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di Portugal, seperti diakui oleh jurnalis Zach Lowy.
Perbandingan statistik musim lalu menunjukkan Morita unggul dalam penguasaan bola dan akurasi umpan. Analis dan pencari bakat Como, Ben Mattinson, menyebut Morita sebagai pemain yang "sangat andal" dan "konsisten"—kualitas yang layak mendapat kesempatan di Premier League. Sementara itu, Charles—meski dipuji sebagai calon bintang senilai £60 juta oleh pakar EFL Ali Maxwell—masih kesulitan menjadi starter reguler di Championship sejak bergabung dari Manchester City pada 2023.
Keputusan Leeds untuk mendekati Morita mencerminkan strategi yang lebih pragmatis. Musim lalu, kesuksesan Leeds menghindari degradasi banyak ditopang oleh pemain senior seperti Calvert-Lewin, Darlow, dan Justin. Farke tampaknya ingin mengulangi formula tersebut dengan menambahkan Morita sebagai 'prajurit' andalan di lini tengah. Di sisi lain, Charles mungkin merupakan investasi masa depan, tetapi Morita adalah solusi untuk kebutuhan saat ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League lapis menengah memanfaatkan bursa transfer untuk mendatangkan pemain berpengalaman dengan biaya minimal. Morita, yang juga merupakan pilar timnas Jepang, bisa menjadi role model bagi pemain Asia yang ingin berkarier di Inggris tanpa harus melalui jalur muda. Pertanyaannya, apakah Morita mampu beradaptasi cepat dengan kerasnya Premier League di usia yang tidak lagi muda?



