Gempa Dahsyat Guncang Jepang: Ratusan Gempa Susulan, 13 Tewas, Pencarian Korban Terkendala Panas
Baca dalam 60 detik
- Zinedine Zidane resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Prancis pada 28 Juli 2026, menggantikan Didier Deschamps yang mengundurkan diri setelah 14 tahun.
- Dalam konferensi pers, Zidane mengaku telah menolak sejumlah tawaran selama lima tahun demi menunggu kursi kepelatihan Les Bleus, yang dianggapnya sebagai puncak karier.
- Pelatih berusia 54 tahun itu akan memulai debutnya di UEFA Nations League melawan Turki, Belgia, dan Italia pada September mendatang, dengan target mempertahankan tradisi kemenangan Prancis.

Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,1 yang mengguncang kawasan Kumamoto di barat daya Jepang pada Selasa lalu telah menewaskan sedikitnya 13 orang dan memicu lebih dari 100 gempa susulan, sementara tim penyelamat terus berupaya menjangkau korban yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dalam kondisi suhu ekstrem.
Bencana ini meluluhlantakkan sebagian wilayah Prefektur Kumamoto, merobohkan bangunan, dan menyebabkan ledakan di sebuah pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kashima. Sejumlah korban dilaporkan mengalami henti jantung paruโistilah yang lazim digunakan dalam laporan awal sebelum kematian resmi dikonfirmasi. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut situasi ini sebagai perlombaan melawan waktu, dengan ribuan warga mengungsi dan banyak lainnya masih tanpa aliran listrik.
Pusat perbelanjaan Aeon Mall menjadi salah satu titik terparah. Bagian dari lantai dua ambruk, dan ledakan terjadi tak lama setelah gempa. Tiga orang dipastikan tewas di lokasi tersebut, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Presiden Aeon Mall, Akio Yoshida, menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dalam konferensi pers. Di sisi lain, sebuah pabrik di Yatsushiro City menjadi lokasi dua korban jiwa dan sembilan orang hilang.
Bagi Indonesia, gempa ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur tahan gempa dan sistem peringatan dini. Wilayah Nusantara juga berada di Cincin Api Pasifik dengan risiko seismik tinggi. Jepang yang sudah sangat maju dalam mitigasi bencana pun masih menghadapi tantangan berat, apalagi Indonesia yang tingkat kesiapsiagaannya lebih beragam. Pelajaran dari Kumamoto adalah bahwa kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi di daerah rawan gempa membutuhkan perencanaan tata ruang yang ketat serta edukasi publik yang berkelanjutan.
Seorang warga lanjut usia, Hiroko Ogata (75), mengaku baru pertama kali merasakan guncangan sekuat itu dalam 75 tahun hidupnya. "Saya pikir akan mati," ujarnya. Sementara itu, wisatawan asal Amerika Serikat, Chantel Mohar, yang sedang dalam perjalanan bus, menggambarkan suasana penuh goyangan dan kebingungan ketika ponsel semua orang berbunyi peringatan dini.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan potensi gempa susulan dengan intensitas maksimum 7 dalam skala seismik Jepang selama beberapa hari ke depan. Suhu tinggi di atas 35ยฐC menambah risiko hipotermia dan dehidrasi bagi para penyintas serta petugas. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi telah mengirimkan sekitar 300 unit pendingin udara ke wilayah terdampak. Pertanyaan yang kini mengemuka: seberapa cepat Jepang dapat memulihkan infrastruktur vital dan mencegah korban jiwa bertambah akibat gempa susulan?



