XRP Tembus $1,14, Ripple Luncurkan Perangkat AI untuk XRPL
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP naik 2% dalam 24 jam ke $1,14, didorong oleh rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin dan peluncuran perangkat AI Ripple.
- ETF XRP spot AS mencatat aliran masuk bersih selama lima pekan berturut-turut, menandakan minat institusional yang stabil meski sentimen ritel lemah.
- Ripple merilis XRPL AI Starter Kit untuk memudahkan pengembang membangun aplikasi di XRP Ledger, termasuk integrasi stablecoin RLUSD.

Harga XRP menanjak ke level $1,14 pada perdagangan terakhir, mencatat kenaikan sekitar 2 persen dalam 24 jam. Pergerakan ini tidak lepas dari gelombang rotasi modal investor dari Bitcoin ke aset kripto alternatif berisiko tinggi, ditambah dengan langkah strategis Ripple yang meluncurkan perangkat kecerdasan buatan (AI) untuk ekosistem XRP Ledger (XRPL).
Fenomena rotasi aset di pasar kripto global mulai terlihat jelas. Bitcoin yang selama ini menjadi primadona mulai ditinggalkan sebagian investor yang beralih ke altcoin seperti XRP. Menurut analis pasar, pergeseran ini mencerminkan selera risiko yang meningkat, terutama di kalangan pemodal institusional. Data menunjukkan bahwa ETF XRP spot di Amerika Serikat telah mencatat aliran dana masuk bersih selama lima pekan berturut-turut, dengan tambahan sekitar 2 juta dolar AS pada 12 Juni lalu. Angka ini mengindikasikan bahwa institusi keuangan tetap optimistis terhadap prospek XRP, meskipun sentimen investor ritel masih lemah.
Di sisi regulasi, Ripple terus mendorong kepastian hukum. CEO Brad Garlinghouse secara terbuka berdebat dengan pimpinan JPMorgan, Jamie Dimon, terkait RUU CLARITY Act di acara Fox Business. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mempercepat pengesahan undang-undang yang memberikan kejelasan bagi industri aset kripto. Pemerintah AS sendiri menargetkan RUU tersebut disahkan sebelum 4 Juli mendatang. Jika lolos, aturan ini bisa menjadi katalis positif bagi harga XRP dan aset digital lainnya.
Secara teknikal, XRP saat ini berkonsolidasi di atas level support kritis $1,13. Para trader mencermati apakah level ini mampu bertahan. Jika iya, peluang menuju resistance berikutnya di $1,26 terbuka lebar. Namun, jika gagal, harga berpotensi turun menguji level psikologis $1,00. Pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada perkembangan regulasi dan arah rotasi modal di pasar.
Ripple tidak hanya mengandalkan faktor eksternal. Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu baru saja meluncurkan XRPL AI Starter Kit, sebuah perangkat pengembangan yang dirancang untuk memudahkan pembuatan aplikasi di atas XRPL. Alat ini menyasar para pengembang yang bekerja dengan protokol pembayaran x402, dengan menyediakan dukungan langsung untuk dua aset: XRP dan stablecoin RLUSD. Sebelumnya, pengembang harus membangun integrasi khusus secara terpisah untuk setiap aset. Kini, mereka bisa menggunakan antarmuka terpadu yang menangani kedua opsi penyelesaian dalam satu alur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Ripple untuk memperluas utilitas XRPL di luar sekadar transfer token. Dengan menyediakan toolkit AI, Ripple berharap dapat menarik lebih banyak pengembang untuk membangun aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan solusi pembayaran inovatif di jaringan mereka. Bagi ekosistem kripto Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Pasalnya, XRP dan RLUSD berpotensi menjadi alternatif bagi pelaku usaha lokal yang ingin memanfaatkan teknologi blockchain untuk transaksi lintas batas dengan biaya lebih rendah dan kecepatan tinggi.
Ke depan, harga XRP berada di titik infleksi. Kombinasi antara rotasi modal ke altcoin, aliran dana institusional yang stabil, serta momentum regulasi dan inovasi produk menjadi fondasi kenaikan. Namun, sentimen ritel yang negatif dan ancaman gagal bertahan di atas $1,13 masih membayangi. Pertanyaan besarnya: akankah XRP mampu menembus resistance $1,26 dan melanjutkan tren bullish, atau justru kembali jatuh ke level psikologis $1,00? Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan.



