Hyperliquid Melonjak 11% Berkat Kontrak Berjangka SpaceX: Sinyal Baru Adopsi Kripto Institusional
Baca dalam 60 detik
- Harga HYPE naik 11,44% ke $75,78 didorong arus masuk ETF spot senilai $17 juta dan volume perdagangan kontrak berjangka SpaceX yang tembus $1,2 miliar.
- Kontrak perpetual SpaceX (SPCX) menjadi aset paling aktif di Hyperliquid, menandai ekspansi platform ke pasar non-kripto dan menarik minat investor institusi.
- Penarikan 572.900 HYPE (senilai $40 juta) dari Coinbase Prime untuk di-staking menunjukkan keyakinan jangka panjang dan mengurangi tekanan jual di pasar.

Harga token Hyperliquid (HYPE) melesat 11,44 persen ke level $75,78 dalam 24 jam terakhir, mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Lonjakan ini dipicu oleh dua katalis utama: derasnya aliran dana masuk ke ETF spot HYPE dan fenomena perdagangan kontrak berjangka perpetual pra-IPO SpaceX yang mencatat volume fantastis.
Data on-chain menunjukkan ETF spot HYPE mencatat arus masuk bersih lebih dari $17 juta dalam sehari, sehingga total akumulasi dana mencapai $171 juta. Angka ini menandakan permintaan struktural yang kuat dari investor institusi, berbeda dengan aksi spekulatif ritel yang biasanya mendominasi pergerakan harga aset kripto.
Di sisi lain, kontrak perpetual bertanda SpaceX (SPCX) yang diperdagangkan di platform Hyperliquid mencatat volume transaksi lebih dari $1,2 miliar, menjadikannya aset paling aktif di bursa tersebut. Langkah ini menunjukkan ambisi Hyperliquid untuk merambah pasar di luar ekosistem kripto, sekaligus memberikan akses kepada investor untuk berspekulasi pada valuasi perusahaan antariksa milik Elon Musk sebelum resmi melantai di bursa.
Ekosistem Hyperliquid juga menunjukkan pertumbuhan yang meluas. Platform mencatat rekor 44.000 dompet baru dalam sehari, total pengguna menembus 2,15 juta, dan open interest bertahan di kisaran $9,64 miliar. Selain itu, agen trading berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai aktif melakukan transaksi on-chain, dengan beberapa di antaranya mencatat imbal hasil tinggi.
Namun, HYPE kini menghadapi ujian di level resistensi all-time high baru pada kisaran $75–$76. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut—ditopang oleh narasi SpaceX dan aliran ETF—target psikologis berikutnya adalah $80. Sebaliknya, aksi ambil untung bisa memicu koreksi menuju zona support $70. Analis menilai bias saat ini masih bullish, tetapi volatilitas diperkirakan meningkat di zona resistensi kritis ini.
Dalam perkembangan yang memperkuat sentimen positif, sebuah dompet anonim (0x15A9) menarik 572.900 token HYPE senilai sekitar $40 juta dari Coinbase Prime dan langsung men-staking-nya di platform Hyperliquid. Aksi ini merupakan salah satu peristiwa staking tunggal terbesar dalam waktu dekat, dan berasal dari platform yang lazim digunakan investor institusi. Langkah tersebut mengurangi tekanan jual karena pasokan token dikunci, sekaligus menandakan strategi kepemilikan jangka panjang untuk memperoleh imbal hasil—cerminan keyakinan tinggi terhadap keamanan dan prospek jaringan.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini membuka diskusi tentang adopsi aset kripto oleh institusi keuangan tradisional dan potensi produk derivatif berbasis saham perusahaan rintisan. Meskipun regulator di Tanah Air masih membatasi perdagangan aset kripto pada jenis tertentu, kesuksesan Hyperliquid bisa menjadi preseden bagi bursa lokal untuk menjajaki produk serupa, terutama jika OJK dan Bappebti mulai melonggarkan aturan di masa depan.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Hyperliquid mampu mempertahankan momentum di tengah potensi koreksi dan persaingan dari bursa derivatif lain. Dengan volume harian protokol yang masih di bawah level $200 juta, konsistensi aktivitas organik akan menjadi kunci untuk menentukan apakah reli ini bersifat fundamental atau sekadar sementara.



