Gempa Kumamoto Mengguncang, Bintang MLB Murakami Kirim Pesan Haru
Baca dalam 60 detik
- Pemain Chicago White Sox Munetaka Murakami menyampaikan keprihatinan atas gempa magnitudo 7,1 yang melanda Kumamoto, Jepang, menewaskan sedikitnya 13 orang.
- Murakami, yang pernah mengalami gempa dahsyat saat SMA pada 2016, terus mendukung kampung halamannya dengan donasi per home run untuk restorasi Istana Kumamoto.
- Bencana ini mengingatkan Indonesia akan risiko gempa serupa, dengan pelajaran penting tentang kesiapsiagaan dan solidaritas lintas negara.

Bintang baseball Chicago White Sox, Munetaka Murakami, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, Selasa (29/7). Dalam unggahan Instagram, pemain kelahiran Kumamoto itu mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan di tengah situasi darurat.
"Saya sangat terkejut mendengar berita duka ini pagi hari. Tolong utamakan keselamatan kalian di atas segalanya," tulis Murakami, seperti dikutip Kyodo News. Gempa tersebut telah menewaskan 13 orang, menurut Perdana Menteri Sanae Takaichi, dan jumlah korban diperkirakan bertambah seiring upaya pencarian yang terus berlangsung.
Bagi Murakami, bencana ini membawa kembali kenangan pahit. Pada 2016, saat duduk di bangku kelas dua SMA Kyushu Gakuin, Kumamoto juga dilanda gempa besar yang merusak. Pengalaman itu membentuk kepeduliannya terhadap daerah asal. Sejak bergabung dengan Yakult Swallows pada 2018 hingga kini membela White Sox, ia konsisten mendukung pemulihan Kumamoto. Pada tahun ketiga sebagai pemain profesional, ia mulai menyumbangkan dana untuk setiap home run yang dicetaknya guna merestorasi Istana Kumamoto yang rusak akibat gempa.
Kisah Murakami menjadi pengingat bahwa olahraga bisa menjadi jembatan solidaritas. Di Indonesia, atlet pun kerap terlibat dalam aksi kemanusiaan saat bencana, seperti penggalangan dana untuk korban gempa Lombok atau tsunami Palu. Namun, skala donasi per home run ala Murakami masih jarang ditemui, menunjukkan komitmen personal yang langka.
Gempa dahsyat di Jepang ini juga relevan bagi Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Kedua negara sama-sama rawan gempa, namun Jepang memiliki sistem peringatan dini yang lebih matang. Bencana di Kumamoto mengingatkan pentingnya edukasi mitigasi bencana dan infrastruktur tahan gempa. Sejumlah wilayah Indonesia, seperti Aceh, Mentawai, dan Lombok, pernah merasakan dampak serupa dengan korban jiwa besar.
Murakami berencana melanjutkan program donasi home run-nya untuk membantu pemulihan pascagempa. Sementara pemerintah Jepang terus memobilisasi tim penyelamat, pertanyaan besar kini mengarah pada kesiapan masyarakat dan ketahanan bangunan bersejarah seperti Istana Kumamoto. Apakah langkah restorasi sebelumnya cukup untuk menghadapi gempa susulan? Hanya waktu yang akan menguji.



