Nova Arianto Sesali Lengahnya Garuda Muda: Kehilangan Fokus Sekejap Berbuah Petaka
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia U-19 gagal ke final Piala AFF U-19 2026 setelah takluk 0-1 dari Australia lewat gol kontroversial menit akhir.
- Pelatih Nova Arianto menyesalkan hilangnya konsentrasi tim di momen krusial yang dimanfaatkan lawan untuk menghukum.
- Kekalahan ini menjadi alarm bagi persiapan Garuda Muda menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang akan datang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menyesali hilangnya konsentrasi timnya di detik-detik akhir yang berujung pada kekalahan 0-1 dari Australia pada semifinal Piala AFF U-19 2026, Kamis (11/6) malam WIB. Gol Marcus Edward Neil pada menit ke-89 yang sempat dianulir karena offside, kemudian disahkan setelah peninjauan VAR, memupus harapan Garuda Muda untuk melaju ke partai puncak.
Bermain di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Indonesia sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Namun, satu kelengahan di pengujung waktu normal membuat Australia mampu mencuri kemenangan. Nova mengakui bahwa pertandingan level internasional tidak memberi ruang untuk kehilangan fokus sedikit pun. "Di saat kita kehilangan fokus sedikit saja, kita kemasukan dan itu akan dihukum oleh tim lawan," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Keputusan wasit Bainazarov Alimardon dari Uzbekistan yang menganulir gol Australia karena offside, lalu membalikkan keputusan setelah berkonsultasi dengan VAR, menjadi sorotan. Gol yang sempat tidak disahkan akhirnya dianggap sah, membuat Indonesia harus puas berebut tempat ketiga. Nova enggan berkomentar panjang soal keputusan wasit, namun menekankan bahwa timnya seharusnya bisa mengantisipasi situasi tersebut.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda Muda yang sebelumnya tampil meyakinkan di fase grup. Namun, Nova memilih melihat sisi positif. Ia menilai pengalaman pahit ini bisa menjadi pelajaran berharga menjelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang akan dihadapi dalam waktu dekat. "Ini menjadi pelajaran yang baik buat pemain. Semoga mereka bisa mengambil sesuatu dari pertandingan ini untuk persiapan ke depan," imbuhnya.
Bagi sepak bola Indonesia, kegagalan ini mengingatkan pada rentannya mental bertanding anak asuh Nova saat berada di bawah tekanan. Meski secara teknis Garuda Muda di atas kertas lebih unggul, penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit kritis masih menjadi pekerjaan rumah. Publik pun bertanya-tanya, apakah tim ini mampu bangkit dan bersaing di level Asia yang lebih ketat?
Ke depan, Nova harus segera membenahi kelemahan tersebut. Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 bukanlah ajang yang mudah. Lawan-lawan seperti Australia, Jepang, dan Korea Selatan dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh. Jika Indonesia ingin lolos, fokus dan disiplin taktis harus dijaga selama 90 menit penuh. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, seperti yang baru saja dialami.



