Etos Kerja Jadi Alasan Persijap Pertahankan Mario Lemos
Baca dalam 60 detik
- Persijap Jepara resmi memperpanjang kontrak pelatih asal Portugal, Mario Lemos, untuk musim 2026/2027 setelah sukses membawa tim bertahan di Super League.
- Manajemen klub menilai etos kerja dan kemampuan Lemos dalam membalikkan keadaan di putaran kedua menjadi faktor utama perpanjangan kontrak.
- Lemos sempat dipecat dan digeser ke posisi direktur teknik, namun kembali dipercaya pada Februari 2026 dan berhasil membawa Persijap keluar dari zona degradasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
Persijap Jepara memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dengan pelatih kepala Mario Lemos untuk mengarungi Super League 2026/2027. Keputusan ini diambil setelah juru taktik asal Portugal itu dinilai berhasil mempertahankan Laskar Kalinyamat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim lalu.
Presiden Klub Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat, mengungkapkan bahwa manajemen masih percaya pada kapasitas Lemos. "Kinerja dan target bertahan di Super League telah tercapai. Dengan berbagai manuver pada putaran kedua, Mario membuktikan etos kerja yang sangat baik," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026) malam. Catatan tim musim lalu: sembilan kemenangan, sembilan imbang, 16 kekalahan, dan 36 poin.
Perjalanan Lemos bersama Persijap tidaklah mulus. Pada awal musim, ia sempat membawa tim meraih hasil gemilang, termasuk mengalahkan juara bertahan Persib Bandung (2-1) dan menumbangkan Persis Solo (2-1) dalam Derby Jawa Tengah. Namun, setelah lima laga awal yang impresif, performa Persijap menukik tajam hingga tujuh kekalahan beruntun. Akibatnya, Lemos dicopot dari jabatan pelatih kepala dan digeser menjadi Direktur Teknik, sementara posisinya diisi Divaldo Alves.
Nasib Lemos berubah pada medio Februari 2026 ketika ia kembali dipercaya sebagai pelatih kepala. Pada putaran kedua, ia berhasil membangkitkan Laskar Kalinyamat. Dari 13 pertandingan, Persijap meraih lima kemenangan, enam imbang, dan hanya dua kali kalah. Bahkan, tim sempat melewati delapan laga tanpa terkalahkan hingga akhirnya lolos dari jurang degradasi. "Perjalanan musim ini penuh dinamika, tetapi kami berhasil mencapai target bertahan di Super League," kata Lemos.
Keputusan mempertahankan Lemos menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap konsistensi dan dedikasinya. Bagi Persijap, stabilitas di kursi pelatih menjadi kunci untuk membangun fondasi yang lebih kuat di musim depan. Dengan pengalaman melewati masa sulit, Lemos diharapkan mampu membawa Laskar Kalinyamat tidak hanya bertahan, tetapi juga bersaing di papan tengah.
Ke depan, tantangan Persijap adalah mempertahankan performa positif dan memperkuat skuad. Apakah Lemos dapat mengulang sukses putaran kedua dan membawa Persijap ke level yang lebih tinggi? Musim 2026/2027 akan menjadi jawabannya.



