Jakarta Lengang Jelang Demo BEM: Polisi Berjaga, WFH Diterapkan
Baca dalam 60 detik
- Aksi unjuk rasa BEM dari berbagai kampus Jabodetabek direncanakan dimulai setelah Salat Jumat di Bundaran HI dan Gedung DPR.
- Lalu lintas Jakarta pagi ini terpantau lebih sepi dari biasanya, didorong oleh kebijakan work from home dan antisipasi massa.
- Pengalihan arus belum dilakukan, namun aparat kepolisian sudah mulai berjaga di titik-titik strategis seperti perbatasan Depok-Jakarta.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257371/original/020447300_1781237199-HKlWYNzaEAAzA7T.jpg)
Jakarta bersiap menghadapi gelombang demonstrasi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung Jumat (12/6/2026) siang, dengan lalu lintas ibukota pagi ini justru terpantau lebih lengang ketimbang hari biasa.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek direncanakan memusatkan aksi di Bundaran Hotel Indonesia dan kompleks Gedung DPR/MPR. Sebelum bergerak, massa akan melaksanakan Salat Jumat berjemaah di sekitar Bundaran HI, seperti disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sympati Dimas Rafi'i.
Pantauan pagi hari menunjukkan arus kendaraan di sejumlah ruas utama—termasuk Jalan Medan Merdeka Timur dan Selatan, serta koridor Senayan menuju Sudirman-Thamrin—masih lancar tanpa penyekatan. Namun, aparat kepolisian mulai terlihat berjaga di beberapa titik, terutama di perbatasan Depok-Jakarta yang biasanya tidak dijaga. “Sudah mulai banyak polisi berjaga,” ujar seorang warga bernama Kiki kepada Liputan6.
Kelonggaran lalu lintas ini tidak hanya dipicu oleh antisipasi demo. Kebijakan work from home (WFH) yang diberlakukan sejumlah perusahaan turut mengurangi volume kendaraan. Seorang pengendara, Ady, melaporkan bahwa perjalanan dari Depok menuju Jakarta melalui Lenteng Agung, Pasar Minggu, dan Pejateng terasa lebih lancar. “Secara keseluruhan, suasana di sepanjang perjalanan tampak lebih sepi dari biasanya,” katanya. Kondisi serupa juga terpantau di jalur arteri dan tol dalam kota depan Gedung DPR, yang masih lancar dua arah.
Bagi warga Jakarta yang akan beraktivitas siang ini, potensi kemacetan tetap perlu diwaspadai. Pengalaman aksi serupa sebelumnya menunjukkan bahwa kepadatan biasanya terjadi setelah Salat Jumat, saat massa mulai bergerak menuju titik demonstrasi. Polda Metro Jaya belum mengumumkan rekayasa lalu lintas secara resmi, tetapi kemungkinan penutupan jalan di sekitar Bundaran HI dan depan DPR akan dilakukan jika massa membeludak.
Kebijakan WFH yang diterapkan secara sukarela oleh sejumlah perusahaan di Jakarta dinilai membantu mengurangi tekanan lalu lintas. Namun, efektivitasnya bergantung pada koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan sektor swasta. Pertanyaan yang muncul: akankah kelonggaran pagi ini bertahan hingga sore, atau justru berubah menjadi kemacetan panjang seperti yang kerap terjadi saat demonstrasi besar? Semua bergantung pada eskalasi aksi dan respons pengendara yang memilih jalur alternatif.


