Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Kunjungan Presiden Jerman di Tengah Gelombang Aksi di Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Polda Metro Jaya mengerahkan personel untuk mengamankan jalur VIP kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta pada Senin (15/6).
- Pengamanan dilakukan bersamaan dengan sejumlah unjuk rasa di ibu kota, sehingga aparat memastikan tidak ada pergerakan massa yang mengganggu rute protokol.
- Kawasan TVRI menjadi titik prioritas pengamanan karena dinilai rawan bersinggungan dengan aksi demonstrasi.
Polda Metro Jaya memastikan jalur kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta steril dan terkendali di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung pada hari yang sama. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas wajib menjaga keamanan rute VIP tamu negara tersebut.
"Pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali," ujar Kapolda di Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurutnya, Polri memiliki dua tanggung jawab besar: melayani hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mengamankan agenda kenegaraan. Kedua tugas tersebut harus berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.
Sejumlah ruas jalan utama menjadi fokus pengamanan ketat, meliputi kawasan Halim Perdanakusuma, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan TVRI. Kapolda secara khusus meminta jajarannya mengantisipasi agar massa aksi tidak bergeser atau meluas memasuki jalur lintasan tamu negara.
"Sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP," tegasnya. Kawasan TVRI mendapat perhatian paling ketat karena lokasinya bersinggungan langsung dengan titik-titik rawan pergerakan massa unjuk rasa.
Di akhir amanatnya, Kapolda menginstruksikan fungsi lalu lintas dan seluruh satuan terkait untuk bekerja secara sinergis. Ia berharap pelayanan terhadap aksi unjuk rasa serta pengamanan jalur protokol bagi Presiden Jerman dapat berjalan beriringan dengan lancar. "Pastikan seluruh personel yang tergelar dan terplotting sesuai rencana pengamanan berada tepat di titiknya, memahami tugas tanggung jawabnya dan wilayah tugasnya. Untuk itu, lantas dan seluruh fungsi terkait pastikan pelayanan aksi dan pengamanan jalur VIP berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu," pesannya.
Pengamanan kunjungan kepala negara asing di tengah dinamika politik domestik bukanlah hal baru bagi Polda Metro Jaya. Namun, skala dan simultanitas dua peristiwa besar ini menjadi ujian bagi koordinasi lintas satuan. Keberhasilan pengamanan tidak hanya dinilai dari sterilitas jalur VIP, tetapi juga dari kemampuan aparat mengelola hak konstitusional warga negara. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Polri mempertahankan standar keamanan serupa jika eskalasi aksi unjuk rasa meningkat dalam beberapa hari ke depan.



