Dedik Setiawan Resmi Tinggalkan Arema FC: Akhir Pengabdian Satu Dekade
Baca dalam 60 detik
- Arema FC memutuskan tidak memperpanjang kontrak Dedik Setiawan setelah 10 musim membela klub, mengejutkan banyak pihak.
- Penurunan performa dan ketatnya persaingan lini depan akibat kuota pemain asing menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
- Dedik, yang mengoleksi empat trofi Piala Presiden, kini menjadi incaran sejumlah klub Liga 1 berkat pengalaman dan loyalitasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203688/original/064557400_1745982280-Dedik_Setiawan_dibayangi_Iksan_lestaluhu_dalam_sesi_latihan_arema_di_Stadion_Kanjuruhan.jpg)
Kebersamaan Dedik Setiawan dengan Arema FC resmi berakhir setelah manajemen Singo Edan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak striker berusia 31 tahun itu. Keputusan yang diumumkan pada Rabu (10/6/2026) ini menandai akhir dari pengabdian selama satu dekade, sejak ia promosi ke tim senior pada 2016.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa perpisahan ini tidak serta-merta memutus tali silaturahmi. "Dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukan akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Kami mendoakan dia meraih kesuksesan di klub barunya," ujarnya. Namun, pihak klub enggan merinci alasan di balik keputusan tersebut.
Jika menilik performa musim lalu, kontribusi Dedik memang menurun drastis. Ia hanya tampil dalam 11 pertandingan, mayoritas sebagai pemain pengganti, tanpa mencetak gol atau assist. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya kuota pemain asing di Liga 1, yang membuat persaingan di lini depan Arema semakin ketat. Padahal, pada musim-musim sebelumnya, Dedik kerap menjadi andalan utama di sektor penyerangan.
Meski statistiknya menurun, loyalitas Dedik kepada Arema tak perlu diragukan. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain yang mampu mengoleksi empat medali juara Piala Presiden, bersama Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi. Kenangan manis itu masih terpajang di rumahnya di Kabupaten Malang. "Tentu banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan. Salah satunya itu (juara Piala Presiden)," kata Dedik.
Karier Dedik sempat bersinar hingga menembus Timnas Indonesia pada periode 2019β2022 dengan 15 penampilan. Namun, cedera lutut yang memerlukan operasi membuatnya perlahan kehilangan tempat. Saat pulih, persaingan di timnas semakin ketat dengan hadirnya pemain naturalisasi. Kini, dengan pengalaman dan loyalitas yang dimiliki, Dedik diperkirakan masih diminati sejumlah klub Liga 1.
Saat dimintai tanggapan, Dedik memilih irit bicara. Ia mengaku sudah mengetahui sejak beberapa waktu lalu bahwa kontraknya tidak akan diperpanjang, meski tidak mendapat penjelasan detail. "Saya kurang paham tentang itu. Nanti saja kalau sudah mendapatkan klub saya berkomentar," ujarnya singkat.
Kehilangan Dedik tentu menjadi pukulan bagi Aremania, mengingat ia adalah simbol kesetiaan di era modern sepak bola Indonesia. Pertanyaan besarnya kini: akankah Dedik dapat kembali menemukan performa terbaiknya di klub baru, atau justru akan menjadi pemain pelengkap seperti musim lalu? Hanya waktu yang bisa menjawab.



