DJ Pernikahan Brooklyn Beckham Buka Suara soal Keretakan Keluarga: Jangan Hakimi
Baca dalam 60 detik
- Fat Tony, DJ yang memeriahkan pesta pernikahan Brooklyn Beckham, meminta publik tidak menghakimi konflik keluarga Beckham.
- Brooklyn sebelumnya melontarkan tuduhan pedas kepada orang tuanya melalui Instagram, menyebut mereka merusak momen spesialnya.
- Insiden tari yang memicu drama terjadi ketika Marc Anthony memanggil Brooklyn dan Victoria ke panggung, membuat Nicola Peltz menangis.

DJ Fat Tony, yang memegang kendali di balik meja putar pada resepsi pernikahan Brooklyn Beckham dengan Nicola Peltz, angkat bicara mengenai keretakan keluarga klan Beckham. Dalam wawancara terbaru, ia menegaskan bahwa tidak seharusnya publik menghakimi situasi pilu yang dialami keluarga tersebut, mengingat “dua orang tua kehilangan anak pertama mereka dan seorang anak kehilangan orang tuanya.”
Pernyataan itu muncul beberapa bulan setelah Brooklyn, putra sulung David dan Victoria Beckham, meluapkan amarahnya di media sosial. Dalam unggahan Instagram yang mengejutkan banyak pihak, pemuda 27 tahun itu menuduh ibunya, Victoria, menari secara tidak pantas pada malam pernikahannya dan mengaku tidak berniat berdamai dengan orang tuanya. Ia juga menyebut sang ibu “membajak” tarian pertamanya dengan sang istri.
Fat Tony, yang menjadi saksi langsung kejadian tersebut, memberikan klarifikasi dalam acara This Morning di televisi Inggris. Menurutnya, tidak ada yang vulgar dalam tarian Victoria. “Tidak ada gerakan seksual, tidak ada kostum kucing PVC, tidak ada aksi Spice Girls. Yang saya maksud tidak pantas adalah soal timing-nya,” ujarnya. Ia kemudian mengungkap bahwa penyanyi Marc Anthony yang memicu kekacauan dengan memanggil Brooklyn ke panggung saat dirinya tampil, lalu menyebut Victoria sebagai “wanita tercantik di ruangan” dan mengajaknya bergabung.
Menurut Fat Tony, saat Marc Anthony memanggil Victoria naik ke panggung, Brooklyn terlihat hancur karena mengira ia akan melakukan tarian pertama bersama istrinya. “Nicola meninggalkan ruangan sambil menangis,” kenang Fat Tony. “Marc berkata, ‘Letakkan tanganmu di pinggul ibumu!’ Itu hal Latin, dan seluruh situasi itu canggung bagi semua orang.”
Insiden tersebut menjadi topik utama perbincangan para tamu pada acara brunch keesokan paginya. Fat Tony yang turut memandu acara itu menyebutnya sebagai “bagian paling canggung” karena semua orang membahas kejadian malam sebelumnya. Dalam pernyataannya di Instagram, Brooklyn menulis bahwa ia merasa tidak nyaman dan dipermalukan, serta berharap bisa memperbarui janji pernikahan untuk menciptakan kenangan baru yang bebas dari kecemasan.
Di Indonesia, keluarga Beckham memiliki basis penggemar yang besar, terutama setelah David Beckham beberapa kali mengunjungi Tanah Air untuk kegiatan amal dan bisnis. Kisah keretakan ini mengingatkan bahwa konflik rumah tangga selebritas bisa terjadi di mana saja, namun tetap menyisakan pelajaran tentang pentingnya komunikasi dan rasa hormat antarangota keluarga. Publik Tanah Air pun turut bersimpati, meski sebagian besar hanya bisa menebak-nebab kebenaran di balik drama yang terus bergulir.
Hingga kini, belum ada isyarat rekonsiliasi antara Brooklyn dan orang tuanya. Fat Tony sendiri berharap publik tidak memperkeruh suasana. “Semua keluarga punya drama, hanya saja mereka adalah keluarga Beckham,” katanya. Pertanyaan yang menggantung: mampukah waktu menyembuhkan luka di antara mereka, atau justru akan semakin memperlebar jurang?



