Gagal Dapat Anderson, Manchester United Alihkan Incaran ke Sangare: Gelandang Mirip Pogba dari Ligue 1
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan target gelandang setelah gagal bersaing dengan Manchester City yang mengajukan tawaran fantastis untuk Elliot Anderson.
- Klub asal Inggris itu disebut tengah menyiapkan tawaran untuk Mamadou Sangare, gelandang RC Lens yang dianggap memiliki kemiripan dengan Paul Pogba.
- Sangare, 23 tahun, dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan duel darat dan recovery bola yang impresif, meski catatan golnya masih perlu ditingkatkan.

Manchester United terpaksa mengubur ambisi mendatangkan Elliot Anderson setelah Manchester City mengajukan tawaran senilai £120 juta yang ditolak Nottingham Forest—angka yang mustahil disaingi Setan Merah. Kini, laporan dari Prancis menyebut tim rekrutmen Old Trafford mulai serius mengincar Mamadou Sangare, gelandang RC Lens yang dinilai memiliki profil serupa Paul Pogba di masa jayanya.
Anderson sempat menjadi target utama United untuk bursa transfer musim panas ini. Namun, sebelum jendela transfer resmi dibuka, mereka sudah menerima pukulan telak. City, dengan kekuatan finansialnya, bergerak cepat dan membuat United mundur. Alhasil, fokus beralih ke Ligue 1, tempat Sangare bersinar bersama Lens. Klub Prancis itu disebut membanderol pemain asal Mali tersebut di kisaran £34 juta, meski ada potensi harga naik jika terjadi perang penawaran.
Keputusan ini tak lepas dari kebutuhan mendesak United akan gelandang serbabisa. Sejak kepergian Pogba pada 2022, lini tengah mereka kehilangan sosok yang mampu membawa bola sekaligus memenangkan duel fisik. Casemiro, meski tangguh dalam bertahan, tidak memiliki kemampuan membawa bola seperti Pogba. Ederson yang baru didatangkan dari Atalanta diyakini bisa menggantikan sebagian kualitas Casemiro, tetapi tetap bukan tipe penggawa bola yang eksplosif.
Menurut jurnalis dan pakar sepak bola Eropa Bence Bocsak, Sangare adalah "salah satu gelandang paling lengkap di Eropa." Ia menggambarkannya sebagai "gelandang box-to-box sejati dengan dinamisme dan energi tinggi." Statistik membuktikan hal itu: hanya Bellingham yang unggul dalam duel darat di antara gelandang lima liga top. Sangare juga unggul dalam merebut bola dan melakukan tekel, menjadikannya ancaman di kedua sisi lapangan.
Perbandingan dengan Pogba memang tak terhindarkan. Pada musim terbaik Pogba (2018/19), ia mencatat 1,79 dribel dan 6,52 recovery per 90 menit. Angka Sangare saat ini (1,24 dribel, 8,01 recovery) menunjukkan ia lebih dominan dalam merebut bola, meski masih kalah dalam hal kreativitas dan mencetak gol. Namun, jika bermain di tim yang lebih mendominasi penguasaan bola, produktivitasnya diprediksi akan meningkat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer selalu menarik dicermati. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan setiap keputusan rekrutmen kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial. Jika Sangare benar-benar bergabung, ia akan menjadi pemain Mali pertama yang memperkuat United—sebuah catatan sejarah yang bisa menambah daya tarik tersendiri bagi publik sepak bola nasional.
Namun, tantangan terbesar Sangare adalah meningkatkan kontribusi golnya. Pogba, dengan 30 gol dan 51 assist selama berseragam United, masih jauh di atasnya. Meski begitu, pada usia 23 tahun, Sangare memiliki waktu untuk berkembang. Pertanyaan besarnya: akankah United berani mengeluarkan dana £34 juta untuk pemain yang masih perlu diasah ketajamannya, atau justru akan kembali ke bursa jika tawaran mereka ditolak Lens?



