Man United Incar Bintang PSG, Posisi Cunha Terancam
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan telah membuka diskusi dengan PSG terkait transfer Bradley Barcola, pemain sayap kiri yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Eropa.
- Langkah ini mengancam posisi starter Matheus Cunha, yang musim lalu hanya mencatatkan dua assist meski mencetak sepuluh gol di semua kompetisi.
- Jika Barcola bergabung, persaingan di lini sayap kiri MU semakin ketat, dan masa depan Cunha sebagai pemain reguler di posisi tersebut dipertanyakan.
Manchester United kembali bergerak di bursa transfer musim panas ini. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan Paris Saint-Germain (PSG) untuk mendatangkan Bradley Barcola, pemain sayap kiri asal Prancis yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. Langkah ini berpotensi mengancam posisi Matheus Cunha yang baru setengah musim berseragam MU.
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip Football Fancast, MU termasuk dalam daftar klub yang telah mengadakan pembicaraan awal dengan PSG. Namun, persaingan ketat sudah menanti: Arsenal dan Liverpool disebut berada di posisi terdepan, sementara Chelsea dan Manchester City juga turut terlibat dalam negosiasi. Barcola dikabarkan ingin hengkang dari Parc des Princes setelah merasa perannya sebagai starter berkurang di bawah asuhan Luis Enrique. Agen pemain berusia 23 tahun itu pun tengah aktif mencari jalan keluar.
Masalah di sayap kiri memang menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih anyar MU, Michael Carrick. Sejak ditinggal Marcus Rashford yang dipinjamkan ke Aston Villa, serta hengkangnya Jadon Sancho dan Alejandro Garnacho, posisi tersebut belum terisi secara optimal. Cunha, yang didatangkan dari Wolverhampton Wanderers dengan banderol Β£62,5 juta, lebih sering diplot sebagai winger meski bukan pemain sayap murni. Ia lebih nyaman bermain sebagai second striker atau gelandang serang, namun Bruno Fernandes masih menjadi pilihan utama di posisi tersebut.
Perbandingan statistik antara Barcola dan Cunha cukup mencolok. Meski musim lalu dianggap kurang konsisten, Barcola tetap mampu mencetak 11 gol di Ligue 1, unggul satu gol dari Cunha yang bermain di seluruh kompetisi. Lebih penting lagi, Barcola mencatatkan 11 peluang emas (big chances) dan rata-rata 1,3 umpan kunci per laga, menunjukkan perannya sebagai kreator serangan yang lebih produktif. Sebaliknya, Cunha hanya menciptakan empat peluang emas dan rata-rata 1,1 umpan kunci. Sebagian besar kontribusi Cunha lebih bersifat individual, seperti gol spektakulernya ke gawang Arsenal di Emirates Stadium pada Januari lalu.
Kehadiran Barcola juga akan memberikan dimensi baru bagi serangan MU. Pemain jebolan akademi Lyon itu dikenal memiliki kecepatan kilat dan kemampuan dribel yang memukau. Analis dan pencari bakat Como, Ben Mattinson, bahkan menjulukinya sebagai "salah satu pemain sayap kiri terbaik di Eropa". Penampilannya di final Liga Champions musim lalu, meski hanya sebagai pemain pengganti, menunjukkan kemampuannya mengacaukan pertahanan lawan dengan akselerasi dan kelincahannya.
Bagi Cunha, ancaman kehilangan tempat starter semakin nyata. Meski musim pertamanya di Old Trafford terbilang positif dengan sepuluh gol, ia hanya mencatatkan dua assist di Premier League. Kecenderungannya untuk bergerak ke dalam (cut inside) kerap membuat MU kekurangan lebar serangan, sebuah masalah yang ingin diperbaiki Carrick dengan merekrut winger murni seperti Barcola. Namun, bukan berarti Cunha akan sepenuhnya tersingkir. Ia bisa menjadi opsi di lini depan atau bahkan bersaing dengan Fernandes di posisi nomor sepuluh, meski Mateus Fernandes disebut-sebut sebagai kandidat pengganti jangka panjang.
Di sisi lain, masa depan Rashford masih menjadi teka-teki. Pemain didikan akademi MU itu sempat dikaitkan dengan Barcelona, namun langkahnya terhalang setelah Anthony Gordon mengejutkan banyak pihak dengan pindah ke Camp Nou. Ada spekulasi bahwa Carrick bisa mengintegrasikan kembali Rashford, namun setelah 18 bulan dipinjamkan, kemungkinan itu tampak tipis.
Dengan persaingan ketat dari klub-klub Premier League lainnya, MU harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Barcola. Pertanyaannya, apakah INEOS bersedia mengeluarkan dana sebesar Β£87 juta di tengah kebutuhan untuk memperkuat beberapa posisi lain? Atau justru mereka akan memanfaatkan situasi ini untuk menekan PSG agar menurunkan harga? Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi ambisi MU untuk kembali bersaing di papan atas.



