Grup Sinar Mas Siap Kuasai Ketrosden, Tender Offer Rp520 Miliar Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Grup Sinar Mas melalui entitas baru IMBS mengajukan penawaran tender sukarela untuk membeli 35% saham Ketrosden (KETR) dengan total nilai hingga Rp520 miliar.
- Akuisisi ini akan mengubah pengendali KETR dari Joy Wahyudi menjadi PT Dian Swastatika Sentosa, memperkuat posisi Sinar Mas di sektor infrastruktur telekomunikasi.
- Harga tender Rp523 per saham memberikan diskon 4% dari harga pasar, namun saham KETR sudah naik 6,5% sehari setelah pengumuman, mengindikasikan sentimen positif investor.

Grup Sinar Mas melalui anak usahanya, PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), resmi melayangkan penawaran tender sukarela untuk mengakuisisi kendali PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) dengan nilai mencapai Rp520,09 miliar. Langkah ini menandai ekspansi agresif konglomerasi tersebut ke dalam ekosistem infrastruktur jaringan telekomunikasi nasional.
Dalam dokumen keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (12/6/2026), IMBS menawarkan pembelian maksimal 994,44 juta saham KETR atau setara 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga yang ditawarkan adalah Rp523 per saham, sedikit di bawah harga penutupan saham KETR pada 4 Juni 2026 yang mencapai Rp545 per saham—memberikan diskon sekitar 4,04%. Meski demikian, saham KETR justru melonjak 6,54% ke level Rp570 pada perdagangan Kamis (11/6/2026), menandakan optimisme pasar terhadap prospek akuisisi ini.
Setelah tender offer rampung, struktur kepemilikan KETR akan berubah total. Saat ini, pengendali perseroan adalah PT Bahtera Bintang Nusantara dengan pemilik manfaat akhir Joy Wahyudi. Namun, IMBS akan menjadi pengendali baru, dan penerima manfaat akhir beralih ke PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten infrastruktur digital milik Grup Sinar Mas. IMBS sendiri merupakan perusahaan holding yang baru berdiri pada November 2025, dengan 99% saham dimiliki PT DSST Mas Gemilang dan 1% sisanya oleh PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
KETR selama ini dikenal sebagai pemain di bidang infrastruktur jaringan telekomunikasi, termasuk jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi serta penjualan sistem kabel serat optik laut dan terestrial. Manajemen menyebut aksi korporasi ini sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menciptakan sinergi dengan bisnis serat optik yang sudah dimiliki Grup Sinar Mas. Dengan demikian, integrasi vertikal ini diharapkan memperkuat posisi grup dalam ekosistem infrastruktur telekomunikasi nasional yang semakin kompetitif.
Bagi investor Indonesia, akuisisi ini membawa implikasi strategis. Grup Sinar Mas, melalui DSSA, telah lama berkecimpung di sektor digital dan infrastruktur. Pengambilalihan KETR dapat mempercepat penguasaan pasar jaringan serat optik, terutama di tengah meningkatnya permintaan akan konektivitas internet dan data center. Namun, harga tender yang di bawah pasar juga bisa menjadi sinyal bahwa IMBS ingin mengakuisisi dengan valuasi yang lebih rendah, meskipun respons pasar yang positif menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang.
Tender offer ini masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditargetkan terbit pada 23 Juli 2026. Proses penawaran akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 28 Juli hingga 26 Agustus 2026, dengan pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan pada 1 September 2026. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah pemegang saham minoritas akan berbondong-bondong menjual sahamnya atau justru menahan diri mengingat potensi sinergi yang bisa mendongkrak harga saham KETR di masa depan?



