Asing Lepas Saham Rp5,98 Triliun di Tengah IHSG Hijau: Ini Target Utamanya
Baca dalam 60 detik
- Investor asing mencatat net sell Rp5,98 triliun sepanjang pekan lalu, mayoritas di pasar reguler.
- EMAS, INDF, dan WIFI menjadi tiga saham dengan akumulasi beli asing tertinggi, masing-masing di atas Rp29 miliar.
- Aksi jual asing yang masif terjadi bertepatan dengan penguatan IHSG 2,07%, mengindikasikan rotasi portofolio.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan lalu dengan penguatan 2,07% ke level 6.007,62 pada Jumat (12/6/2026), namun di balik layar investor asing justru membukukan penjualan bersih besar-besaran. Data perdagangan menunjukkan net sell asing mencapai Rp5,98 triliun di seluruh pasar, dengan mayoritas transaksi terjadi di pasar reguler.
Meski IHSG menghijau, aksi jual asing ini mencerminkan strategi ambil untung atau rotasi portofolio di tengah ketidakpastian global. Dari total net sell, pasar reguler mencatat penjualan bersih Rp6,08 triliun, sementara pasar negosiasi dan tunai hanya mencatat pembelian bersih Rp101 miliar. Artinya, hampir seluruh tekanan jual berasal dari transaksi reguler yang biasanya dilakukan oleh institusi besar.
Di sisi lain, asing tetap mengakumulasi sejumlah saham unggulan. Tiga emiten dengan net buy terbesar adalah Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp51,6 miliar, Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp40,7 miliar, dan Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp29,2 miliar. Saham lainnya seperti Archi Indonesia (ARCI), Medco Energi Internasional (MEDC), Rukun Raharja (RAJA), dan Super Bank Indonesia (BBHI) juga diborong asing meski dalam jumlah lebih kecil.
Fenomena ini menarik karena biasanya penguatan IHSG diikuti oleh aksi beli asing. Namun, pekan lalu justru terjadi sebaliknya. Analis menilai hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed atau gejolak harga komoditas yang memicu investor asing mengurangi eksposur di pasar berkembang. Bagi investor domestik, pola ini menjadi sinyal untuk lebih selektif, terutama pada saham-saham yang menjadi sasaran jual asing.
Dari sisi sektoral, saham tambang seperti EMAS dan ARCI tetap menarik minat asing di tengah harga emas yang masih tinggi. Sementara INDF sebagai emiten konsumer defensif menunjukkan daya tarik tersendiri. Adapun WIFI yang bergerak di bidang digital dan telekomunikasi mencerminkan optimisme terhadap sektor teknologi dalam negeri.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh kelanjutan aksi jual asing. Jika net sell berlanjut, tekanan pada indeks bisa meningkat meskipun fundamental ekonomi domestik masih solid. Investor perlu mencermati data inflasi AS dan keputusan suku bunga global yang akan menjadi katalis utama pekan ini.



