Kursi CEO Juventus Goyang: Comolli Terancam Lengser Setelah Semusim
Baca dalam 60 detik
- Rapat darurat di Turin membahas masa depan Damien Comolli sebagai CEO Juventus setelah hanya satu musim menjabat.
- Kegagalan lolos ke Liga Champions 2026-27 menjadi pemicu utama, dengan pelatih Spalletti menuntut kendali lebih besar dalam transfer.
- Keputusan final diperkirakan segera diumumkan, berpotensi mengubah arah strategi klub raksasa Italia tersebut.

Masa depan Damien Comolli sebagai CEO Juventus berada di ujung tanduk. Berdasarkan laporan dari Sky Sport Italia dan sejumlah media Italia lainnya, rapat evaluasi tengah berlangsung di Turin untuk menentukan apakah pria Prancis itu layak bertahan di kursi panas Bianconeri setelah baru satu musim menjabat.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pada akhir musim 2025-26, Comolli dan pelatih kepala Luciano Spalletti telah bertemu dengan pemilik klub, John Elkann. Saat itu, beredar kabar bahwa Juventus tidak berencana melakukan perubahan besar di jajaran manajemen puncak, kendati tim gagal lolos ke Liga Champions musim 2026-27. Namun, dinamika internal rupanya berubah drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Menjelang akhir Mei, Spalletti dilaporkan meminta wewenang lebih besar dalam pengambilan keputusan transfer. Manajemen klub disebut cenderung mengabulkan permintaan tersebut. Awalnya, hal ini tidak serta-merta berarti Comolli harus angkat kaki, melainkan hanya akan lebih sering berkolaborasi dengan Spalletti. Namun, laporan terbaru Sky mengindikasikan bahwa posisi Comolli kembali dipertanyakan, dan rapat evaluasi kini tengah berlangsung.
Kegagalan lolos ke Liga Champions menjadi pukulan finansial dan prestise bagi Juventus. Sebagai klub dengan basis suporter global, termasuk di Indonesia, absen dari kompetisi elite Eropa berarti kehilangan pendapatan signifikan dari hak siar dan hadiah. Hal ini menekan manajemen untuk segera mengambil langkah perbaikan, termasuk kemungkinan perombakan di level direksi.
Di sisi lain, Comolli bersama direktur olahraga Marco Ottolini dan direktur teknis Francois Modesto tetap menjalankan tugas seperti biasa. Mereka masih merencanakan transfer musim panas dan mengelola potensi kepergian pemain, seolah-olah akan melanjutkan pekerjaan hingga musim 2026-27. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian di tubuh klub, terutama dalam negosiasi dengan calon rekrutan dan agen pemain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan di Juventus selalu menarik perhatian. Banyak suporter Tanah Air yang mengidolakan klub berjuluk Si Nyonya Tua ini. Keputusan soal masa depan Comolli tidak hanya berdampak pada bursa transfer, tetapi juga pada strategi jangka panjang klub, termasuk potensi kedatangan pemain bintang yang bisa meningkatkan popularitas di Asia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Juventus mempertahankan Comolli dengan peran yang direduksi, atau justru memilih wajah baru untuk memimpin restrukturisasi? Keputusan ini akan menjadi sinyal kuat tentang arah klub di era pasca-Cristiano Ronaldo dan upaya mereka untuk kembali ke papan atas Eropa.



