Api Misterius di Sleman Belum Padam: 125 Kali Muncul dalam 21 Hari, Warga Resah
Baca dalam 60 detik
- Fenomena api spontan di rumah Fia, Sleman, telah terjadi 125 kali dalam 21 hari, memaksa keluarga mengungsi.
- Tim peneliti dari UGM, UPN, dan BRIN mendeteksi retakan tanah dan tiga senyawa gas sebagai pemicu dugaan.
- Doa bersama digelar untuk meredakan kepanikan warga, sementara investigasi ilmiah terus berjalan.

Lebih dari tiga pekan berlalu, teror api misterius yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum juga mereda. Hingga Kamis (11/6) malam, keluarga mencatat sudah 125 kali percikan api muncul secara spontan di berbagai sudut rumah, memaksa mereka mengungsi ke ruko di sebelah utara.
Fia mengakui intensitas kemunculan api memang menurun drastis dibandingkan hari-hari pertama. Namun, ia menduga penurunan itu lebih disebabkan oleh barang-barang yang sudah banyak dipindahkan dari dalam rumah, bukan karena fenomena alamnya berhenti. "Api masih ada, walaupun jumlahnya turun signifikan," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis malam.
Keresahan tak hanya dirasakan keluarga Fia. Putri Rahmadini, tetangga yang mengontrak bangunan di utara rumah Fia, mengaku tiga barang miliknya ikut terbakar, termasuk handuk yang dijemur di area belakang. "Kemarin lusa, pas siang tak tinggal tidur," katanya. Ia pun terpaksa meningkatkan kewaspadaan, misalnya dengan mengawasi jemuran setiap saat. Meski demikian, rencana pindahnya lebih didorong oleh habisnya masa kontrak bulan depan.
Untuk meredakan kepanikan yang meluas di kalangan warga sekitar, keluarga Fia menggelar acara yasinan dan doa bersama pada Kamis malam. Acara itu juga diisi sosialisasi dari pengurus wilayah setempat mengenai fenomena tersebut. "Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Ini memberikan penjelasan bahwa tidak perlu khawatir walaupun ada retakan-retakan itu," jelas Fia. Ia menambahkan, banyak tetangga yang resah dan bertanya, "Piye yo, aku meh pindah ke mana yo kalau ada seperti ini?"
Di sisi lain, para ilmuwan terus berupaya mengungkap penyebab ilmiah di balik fenomena langka ini. Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengerahkan unit georadar dan mendeteksi sejumlah retakan di bawah tanah yang diduga menjadi jalur keluarnya gas pemicu api. Sementara itu, peneliti dari UPN 'Veteran' Yogyakarta melakukan survei geomagnetik untuk mencari jenis batuan ultrabasa dan vulkanik yang bisa membentuk gas hidrogen. Survei geolistrik juga diterapkan untuk memetakan lapisan batuan dan mendeteksi rongga bawah tanah.
Tiga senyawa yang menjadi tersangka utama adalah gas metana (CH4), gas hidrogen (H2), dan gas fosfin (PH3). Ketiganya mudah terbakar dan dapat muncul dari proses geologi alami, seperti dekomposisi bahan organik atau reaksi batuan dengan air. Namun, hingga kini para peneliti belum memastikan senyawa mana yang paling dominan, atau apakah ada faktor lain yang memicu api muncul secara sporadis di permukaan.
Fenomena rumah api di Sleman ini mengingatkan pada kasus serupa di beberapa daerah Indonesia, seperti api abadi di Mrapen, Jawa Tengah, yang juga dipicu oleh rembesan gas alam. Bedanya, api di Mrapen sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi objek wisata, sedangkan di Sleman api muncul tiba-tiba di permukiman padat penduduk. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi bahaya geologi yang tersembunyi di bawah pemukiman warga.
Ke depan, masyarakat dan pemerintah daerah berharap investigasi ilmiah segera memberikan jawaban pasti. Jika penyebabnya adalah gas alam yang merembes, langkah mitigasi seperti pemasangan ventilasi atau relokasi mungkin diperlukan. Namun, jika penyebabnya bersifat sementara, seperti akumulasi gas dari sampah organik, penanganannya bisa lebih sederhana. Satu hal yang pasti: selama api masih muncul, keresahan warga tak akan surut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4115359/original/011653100_1659849791-IMG20220807092959.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258679/original/060323900_1781401081-IMG_20260613_234328.jpg)