Kebakaran di Pusat Kota Depok: Lebih dari Lima Toko Hangus, Warga Berjibaku Padamkan Api
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di dekat Balai Kota Depok, menghanguskan lebih dari lima toko semi permanen dan mengancam permukiman warga.
- Material kayu pada bangunan mempercepat perambatan api, sementara petugas Damkar masih berupaya mengisolasi kobaran agar tidak meluas.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, dengan tiga unit mobil Damkar dan 12 personel dikerahkan ke lokasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)
Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (14/6/2026) sore, menghanguskan lebih dari lima toko semi permanen dan mengancam permukiman warga di sekitar Balai Kota Depok. Api yang cepat membesar akibat material kayu pada bangunan membuat pemilik toko tak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.
Saksi mata, Ricky Juliansyah, menuturkan bahwa ia melihat kepulan asap hitam saat melintas di Jalan Arif Rahman Hakim, tak jauh dari Balai Kota Depok dan Stasiun Depok Baru. Karena penasaran, ia mendatangi lokasi dan mendapati beberapa ruko semi permanen sudah dilalap api. โSaat sampai di sini, api sudah membakar beberapa ruko semi permanen,โ ujar Ricky. Bersama warga, ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan air sumur, namun kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain.
โApi cepat banget nyamber ke toko di sebelahnya. Yang terbakar lebih dari lima toko,โ kata Ricky. Material kayu yang dominan pada bangunan menjadi faktor utama percepatan perambatan api. Beberapa rumah warga juga dilaporkan ikut terbakar, dan pemilik toko tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. โKayaknya sudah ada beberapa rumah warga yang terbakar. Kejadiannya cepat, pemilik toko ada yang tidak sempat menyelamatkan barangnya,โ tambah Ricky.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan bahwa petugas masih berjibaku memadamkan api. โTiga mobil Damkar dan 12 personel sedang bekerja untuk memadamkan api,โ kata Tessy. Laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 17.30 WIB, dan petugas Damkar terdekat langsung menuju lokasi. Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. โBelum pasti penyebab kebakarannya. Yang jelas api berawal dari ruko. Karena banyak bangunan semi permanen, proses pemadaman masih berlangsung,โ ujar Tessy.
Jalan Naming Botin merupakan akses menuju Stasiun Depok Baru bagian barat, dengan deretan toko yang menjual makanan, hewan peliharaan, sepatu, hingga jasa servis peralatan listrik. Kebakaran ini tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang bergantung pada jalur tersebut. Petugas Damkar masih berupaya mengisolasi api agar tidak meluas ke kawasan permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran di kawasan padat penduduk dengan bangunan semi permanen. Ke depan, perlu ada evaluasi terhadap tata ruang dan penggunaan material bangunan di wilayah tersebut untuk mencegah kejadian serupa. Pertanyaan yang muncul: apakah penegakan aturan bangunan dan kesiapsiagaan kebakaran di Depok sudah memadai?



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260935/original/013144200_1781670058-Palak.jpeg)