Gagal Datangkan Alisson, CEO Juventus Comolli Dipecat Setelah Semusim
Baca dalam 60 detik
- Damien Comolli resmi meninggalkan Juventus setelah hanya satu tahun menjabat, menyusul kegagalan transfer kiper Liverpool Alisson Becker yang merusak hubungan dengan pelatih Luciano Spalletti.
- Kegagalan Juventus lolos ke Liga Champions musim ini menjadi pukulan finansial dan olahraga yang mempercepat keputusan Exor untuk mengganti Comolli dengan Giovanni Carnevali.
- Kasus ini menunjukkan betapa krusialnya komunikasi antara direktur dan pelatih dalam perburuan pemain, serta risiko besar ketika janji transfer tidak terealisasi.

Kegagalan Juventus mendatangkan kiper Liverpool Alisson Becker pada bursa transfer musim panas lalu menjadi titik awal runtuhnya karier Damien Comolli di Turin. Mantan direktur olahraga yang baru setahun menjabat sebagai CEO itu dipastikan hengkang setelah rapat dewan darurat yang dijadwalkan pada Jumat, 12 Juni, secara resmi mengumumkan pemecatannya.
Menurut jurnalis transfer Italia, Alfredo Pedullà, kegagalan memboyong Alisson menjadi momen yang menghancurkan kepercayaan antara Comolli dan pelatih Luciano Spalletti. Spalletti telah mendapat jaminan bahwa kiper timnas Brasil itu akan bergabung, bahkan ia secara pribadi meluangkan waktu untuk meyakinkan sang pemain. Namun, pendekatan Juventus terlambat dilakukan dan tanpa persiapan yang memadai dengan Liverpool.
Sejak insiden Alisson, hubungan antara pelatih dan CEO memburuk tanpa bisa diperbaiki. Rangkaian perburuan transfer berikutnya juga berakhir dengan kegagalan, memperparah situasi. Juventus yang musim ini gagal lolos ke Liga Champions harus menanggung kerugian pendapatan signifikan, membuat posisi Comolli semakin tidak aman.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya koordinasi internal klub. “Ketika seorang pelatih sudah memberikan jaminan kepada pemain, direktur harus bergerak cepat dan tepat. Jika tidak, kepercayaan akan runtuh,” ujar analis sepak bola yang enggan disebut namanya.
Giovanni Carnevali, yang ditunjuk sebagai CEO baru, membawa pengalaman panjang membangun skuad kompetitif dengan anggaran terbatas di Sassuolo. Tantangannya di Juventus akan jauh lebih besar: mengembalikan klub ke jalur juara dan memperbaiki hubungan yang rusak dengan para pemain serta agen.
Bagi klub-klub Indonesia yang sering berburu pemain asing, kisah ini mengingatkan bahwa kegagalan komunikasi internal bisa berakibat fatal. Tidak hanya kehilangan pemain, tetapi juga kepercayaan pelatih dan stabilitas manajemen. Pertanyaannya, akankah Juventus bangkit kembali di bawah kepemimpinan Carnevali, atau justru terperosok lebih dalam?



