Milan Terombang-ambing: Modric Hengkang, Rabiot ke Napoli, Suporter Protes
Baca dalam 60 detik
- Klub AC Milan belum memiliki pelatih, direktur olahraga, maupun strategi transfer yang jelas di bursa musim panas.
- Luka Modric dipastikan tidak akan bertahan, sementara Adrien Rabiot lebih memilih Napoli, memperburuk situasi skuad.
- Protes suporter semakin keras menyusul ketidakjelasan arah klub setelah pemecatan Allegri dan jajaran direksi.

AC Milan kembali diterpa badai ketidakpastian. Jurnalis veteran dan pendukung setia Rossoneri, Andrea Longoni, menyebut situasi di San Siro saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum gelombang pemecatan Massimiliano Allegri dan seluruh struktur kepemimpinan beberapa pekan lalu. Klub belum memiliki pelatih baru, direktur olahraga, atau strategi transfer yang jelas, sementara bursa musim panas sudah berjalan dan para pesaing terus bergerak.
Longoni, dalam wawancara dengan MilanNews.it, menggambarkan kekhawatiran mendalam. Menurutnya, Milan membutuhkan perombakan besar-besaran, baik dari segi kualitas maupun kuantitas pemain. Ia menyebut Luka Modric tidak akan melanjutkan karier di Milan, sementara Adrien Rabiot dikabarkan memilih Napoli. Longoni juga menyarankan agar klub memberi kesempatan kedua kepada Jashari, namun menekankan bahwa skuad saat ini rentan kehilangan pemain kunci.
Ketiadaan pendapatan dari Liga Champions menjadi faktor pembatas. Longoni menilai klaim bahwa pemilik Gerry Cardinale menginvestasikan dana lebih besar dari siapa pun hanyalah dongeng belaka. Pernyataan ini memicu kecemasan di kalangan suporter, yang sudah menggelar protes dan memasang spanduk bernada kritik terhadap Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic di sekitar kota Milan.
Bagi pengamat, situasi ini mengingatkan pada masa-masa sulit Milan sebelum era Stefano Pioli. Namun, kali ini tekanan lebih besar karena klub kehilangan tiket ke Liga Champions musim depan, yang berarti pengurangan pendapatan signifikan. Tanpa kompetisi Eropa tertinggi, daya tarik Milan di mata pemain bintang pun menurun.
Di sisi lain, rival seperti Inter Milan, Juventus, dan Napoli justru bergerak cepat di bursa transfer. Inter baru saja merekrut pemain seperti Marcus Thuram dan Davide Frattesi, sementara Napoli mengamankan jasa Rabiot dan sejumlah pemain lain. Milan, sebaliknya, masih berkutat pada negosiasi internal dan belum ada pengumuman rekrutan anyar yang signifikan.
Longoni menekankan bahwa yang paling merusak bukanlah keputusan transfer individu, melainkan ketiadaan visi jangka panjang. βKlub ini hanyut tanpa arah,β ujarnya. Pernyataan itu mencerminkan perasaan banyak pendukung yang mulai kehilangan kesabaran. Pertanyaan besarnya: akankah manajemen Cardinale mampu membalikkan keadaan sebelum bursa tutup, atau Milan akan kembali menjalani musim yang penuh kekecewaan?



