Gisele Bundchen di Puncak Karier: 'Saya Beruntung Bisa Memilih Proyek'
Baca dalam 60 detik
- Supermodel Gisele Bundchen mengaku bersyukur bisa selektif memilih pekerjaan setelah tiga dekade berkarier.
- Latihan spiritual disebutnya menjadi kunci menjaga keseimbangan di tengah tekanan popularitas dan kesuksesan.
- Menjelang 2026, ia menatap masa depan dengan optimisme, fokus pada cinta, kesehatan, dan petualangan baru.

Gisele Bundchen, supermodel yang namanya melegenda sejak awal 2000-an, kini mengaku berada di titik paling nyaman dalam kariernya. Pada usia 45 tahun, ia merasa beruntung karena bisa memilih sendiri proyek mana yang ingin digeluti dan hanya bekerja dengan orang-orang yang benar-benar ia sukai. Pernyataan ini disampaikan Bundchen dalam wawancara terbaru dengan W Magazine, bersamaan dengan pemotretan sampul edisi terkininya.
Perjalanan Bundchen di dunia modeling bukanlah tanpa tantangan. Ia mengaku bahwa di masa muda, kerap muncul pertanyaan dalam benaknya: apakah ia sudah bekerja cukup keras? Apakah hasilnya sudah benar? Namun setelah lebih dari 30 tahun berada di depan kamera, ia merasa telah memahami secara mendalam proses kreatif di balik setiap gambar. “Setiap gambar menciptakan perasaan, dan ketika Anda percaya diri serta menerima diri sendiri, semuanya mengalir secara alami,” ujarnya.
Kunci ketenangan Bundchen, menurut pengakuannya, adalah praktik spiritual yang dijalaninya secara konsisten. Di awal karier, ia mengaku selalu mengejar pencapaian dan menyetujui setiap tawaran yang datang. Namun seiring waktu, ia menyadari pentingnya keseimbangan. “Praktik spiritual saya membantu saya menjadi lebih hadir dan terhubung dengan diri sendiri. Alih-alih fokus pada ekspektasi eksternal, saya mulai memperhatikan perasaan internal saya. Itu mengubah segalanya—bukan hanya pekerjaan, tetapi juga cara saya menjalani hidup,” jelas Bundchen.
Menariknya, sikap selektif Bundchen ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan selebritas global: semakin banyak figur publik yang memilih untuk memperlambat laju karier demi kesehatan mental. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat di industri hiburan, di mana beberapa artis papan atas mulai membatasi jadwal syuting atau memilih proyek yang lebih bermakna secara personal. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan popularitas tidak mengenal batas geografis, dan kesadaran akan keseimbangan hidup semakin dihargai.
Bundchen, yang kini menikah dengan instruktur jiu-jitsu Joaquim Valente, juga menyampaikan optimismenya menyongsong tahun 2026. Dalam unggahan Instagram di awal tahun, ia menulis, “Semoga tahun ini membawamu cinta, kesehatan, kedamaian, dan petualangan baru. Semoga kamu menemukan keberanian untuk menghormati panggilan hatimu dan mengenal serta mencintai dirimu lebih dalam.” Pesan ini disambut hangat oleh jutaan pengikutnya, yang melihatnya sebagai figur yang tetap rendah hati meski berada di puncak ketenaran.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah: akankah sikap selektif ini menjadi standar baru di industri modeling dan hiburan? Atau justru hanya bisa dilakukan oleh segelintir bintang yang sudah mapan seperti Bundchen? Yang jelas, pernyataan Bundchen menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang berapa banyak pekerjaan yang diterima, melainkan juga tentang kualitas hidup yang dijalani.



