Robert Lindsay Balas Tuduhan Harris Dickinson: Dia Tak Punya Selera Humor
Baca dalam 60 detik
- Aktor veteran Robert Lindsay menegaskan Harris Dickinson tidak memiliki selera humor setelah Dickinson mengaku dipermalukan dalam permainan tebak-tebakan di lokasi syuting.
- Insiden ini memicu perdebatan tentang stereotip kelas sosial di industri hiburan, dengan Lindsay yang mengaku tersinggung karena dianggap sebagai aktor kelas atas.
- Dickinson sebelumnya menolak menyebut nama pelaku, namun reaksinya saat ditanya tentang Lindsay mengonfirmasi keterlibatan aktor senior tersebut.

Perseteruan antara dua aktor generasi berbeda, Robert Lindsay dan Harris Dickinson, memanas setelah Lindsay secara terbuka menyebut Dickinson tidak memiliki selera humor. Pernyataan itu muncul sebagai respons atas pengakuan Dickinson sebelumnya bahwa ia dipermalukan oleh seorang aktor senior dalam sebuah permainan di lokasi syuting.
Dalam wawancara dengan The Sunday Times' Culture, Lindsay, 76 tahun, mengaku terkejut dengan tuduhan Dickinson. Ia mengklaim permainan yang ia ciptakan, Sensations, justru disukai oleh banyak aktor, termasuk Angelina Jolie. "Dia pikir itu permainan paling konyol yang pernah dia mainkan, dan dia ingin terus bermain," kata Lindsay. Menurutnya, Dickinson terlalu sensitif dan tidak bisa menerima lelucon.
Sebelumnya, Dickinson, yang dikenal lewat film Babygirl, menceritakan pengalaman memalukan saat syuting film Maleficent: Mistress of Evil. Seorang aktor yang tidak disebutkan namanya menggambarkannya dengan stereotip kelas pekerja, seperti makanan favorit "fish and chips" dan acara TV "Love Island". Dickinson merasa direndahkan karena dianggap sebagai aktor kelas bawah. Saat ditebak bahwa pelakunya adalah Ralph Fiennes, Dickinson membantah, namun ketika nama Lindsay disebut, ia bereaksi, "Sial! Aku ketahuan!"
Lindsay, yang dikenal lewat peran dalam My Family, menegaskan bahwa ia bukan berasal dari kelas atas. Ia mengaku belajar berbicara dengan aksen "posh" di perguruan tinggi. "Saya pergi ke Universitas Derby dan mereka bertanya mengapa saya berbicara seperti orang kaya. Saya bilang, saya belajar untuk berbicara seperti itu," ujarnya. Lindsay menganggap tuduhan Dickinson mengenai stereotip kelas sangat menyakitkan, terutama karena ia sendiri berasal dari latar belakang kelas pekerja.
Insiden ini menyoroti sensitivitas isu kelas sosial di industri hiburan Inggris. Dickinson, yang dianggap sebagai aktor kelas menengah ke atas oleh Lindsay, justru merasa diperlakukan tidak adil. Sementara itu, Lindsay menganggap reaksi Dickinson berlebihan. "Dia akan memerankan John Lennon, lebih baik dia terbiasa dengan kelas pekerja," sindir Lindsay.
Bagi penikmat film di Indonesia, perseteruan ini mungkin tampak sepele, namun mencerminkan dinamika kekuasaan dan stereotip yang juga terjadi di industri hiburan Tanah Air. Aktor senior kerap kali memiliki pengaruh besar, dan konflik seperti ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya saling menghormati antar generasi.
Hingga berita ini diturunkan, Dickinson belum memberikan tanggapan lebih lanjut. Pertanyaannya, apakah perseteruan ini akan berdampak pada hubungan kerja mereka di masa depan, atau hanya akan menjadi bahan obrolan di industri hiburan?



