Inter Milan Kantongi €30 Juta dari Tiga Penjualan Pemain
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan akan menerima sekitar €30 juta dari transfer permanen tiga pemain, termasuk Denzel Dumfries ke Real Madrid.
- Dana segar ini dibutuhkan untuk mendanai perburuan gelar musim depan setelah sukses ganda di 2025-26.
- Klausul jual-beli kembali dan sell-on clause menunjukkan strategi Inter dalam mengelola aset pemain muda.

Inter Milan dipastikan akan mengantongi tambahan dana segar sekitar €30 juta dalam waktu dekat setelah tiga pemainnya resmi dijual secara permanen. Langkah ini menjadi strategi finansial sekaligus persiapan skuad untuk mempertahankan dominasi di Serie A dan Eropa.
Pemain paling bernama yang akan hengkang adalah bek sayap kanan asal Belanda, Denzel Dumfries. Ia akan bergabung dengan Real Madrid dengan banderol €20 juta, sesuai klausul rilis dalam kontraknya. Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, mengonfirmasi bahwa kesepakatan tinggal menunggu pengumuman resmi. “Saya pikir pada dasarnya sudah resmi bahwa Dumfries, pemain hebat yang memiliki klausul rilis, akan pergi,” ujarnya.
Selama lima musim berseragam Nerazzurri, Dumfries mengoleksi dua gelar Scudetto, tiga Coppa Italia, tiga Piala Super Italia, dan dua kali menjadi runner-up Liga Champions. Kepergiannya tentu meninggalkan lubang di posisi wing-back, namun Inter telah menyiapkan target seperti Marco Palestra dan Oumar Solet.
Selain Dumfries, Inter juga akan menerima €6 juta dari penjualan Ebenezer Akinsanmiro ke Pisa. Gelandang Nigeria berusia 21 tahun itu menghabiskan musim 2025-26 dengan status pinjaman di klub yang finis di posisi ke-20 Serie A tersebut. Pisa menggunakan opsi pembelian permanen, namun Inter dilaporkan menyisipkan klausul pembelian kembali senilai €7,5 juta—sebuah langkah cerdas untuk mengontrol masa depan pemain muda potensial.
Transfer ketiga datang dari Sebastiano Esposito yang akan dibeli Cagliari seharga €4 juta. Inter juga memastikan klausul penjualan kembali (sell-on clause) sekitar 40-50%, sehingga jika Esposito bersinar di Sardinia, Inter tetap mendapat keuntungan di masa depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, strategi Inter ini menarik dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin cerdas dalam mengelola aset pemain, tidak hanya menjual tetapi juga menyisipkan klausul yang menguntungkan. Model bisnis seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius mengelola akademi dan bursa transfer. Keberhasilan Inter dalam mempertahankan daya saing sambil tetap sehat secara finansial patut dijadikan referensi.
Dengan dana segar tersebut, Inter diprediksi akan bergerak cepat di bursa transfer musim panas. Target utama seperti Marco Palestra dan Oumar Solet diyakini akan segera direkrut. Pertanyaannya, mampukah Inter mempertahankan gelar Scudetto dan Coppa Italia tanpa Dumfries? Atau justru perombakan skuad ini akan membawa angin segar bagi tim besutan Cristian Chivu?



