PSIM Yogyakarta dan Deri Corfe Berpisah: Manajemen Ucapkan Terima Kasih atas Dedikasi Sang Striker
Baca dalam 60 detik
- PSIM Yogyakarta resmi melepas penyerang asal Inggris, Deri Corfe, setelah kontraknya berakhir pasca-musim 2025/2026.
- Selama semusim membela Laskar Mataram, Corfe mencatat 30 penampilan dengan sumbangan tiga gol dan satu assist.
- Manajemen PSIM mengapresiasi profesionalitas Corfe dan mendoakan kariernya semakin cemerlang ke depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570827/original/007184500_1777544067-javlon.jpg)
PSIM Yogyakarta secara resmi mengakhiri kerja sama dengan penyerang asal Inggris, Deri Corfe, setelah kompetisi BRI Super League 2025/2026 usai. Keputusan ini menandai berakhirnya masa bakti pemain berusia 28 tahun yang sempat menjadi andalan di lini depan Laskar Mataram.
Corfe bergabung dengan PSIM pada awal musim lalu dan langsung mendapat kepercayaan dari pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel. Ia tampil dalam 30 dari 34 pertandingan resmi yang dijalani tim, berkontribusi dengan tiga gol dan satu assist. Meski tidak mencetak angka fantastis, statistik menunjukkan perannya cukup vital: ia mencatatkan 469 operan sukses dari 546 percobaan (akurasi 86 persen) serta 12 tembakan tepat sasaran dari 25 upaya ke gawang lawan.
Kehadiran Corfe turut membantu PSIM finis di peringkat ke-11 klasemen akhir musim. Posisi tersebut mungkin tidak mentereng, namun bagi tim yang baru promosi ke kasta tertinggi, capaian itu dianggap sebagai fondasi yang solid. Manajemen klub pun mengakui kontribusi sang pemain, baik di dalam maupun luar lapangan.
General Manager PSIM, Steven Sunny, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan profesionalitas yang ditunjukkan Corfe selama satu musim. "Mewakili manajemen PSIM, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Deri Corfe. Selama semusim bersama Laskar Mataram, dia menunjukkan profesionalitas dan etos kerja luar biasa, baik di dalam maupun luar lapangan," ujar Steven dalam pernyataan resmi klub.
Steven juga menekankan bahwa dunia sepak bola penuh dinamika. "Kita sama-sama tahu bahwa dunia sepak bola sangatlah dinamis. Walaupun jalan kebersamaan kita harus berpisah di titik ini, pengalaman dan kehadiran Deri telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanan klub," lanjutnya. Manajemen pun mendoakan agar karier Corfe semakin bersinar ke depannya.
Kepergian Corfe membuka ruang bagi PSIM untuk mencari amunisi baru di lini depan. Dengan pengalaman satu musim di kompetisi tertinggi Indonesia, Corfe diyakini akan menjadi incaran klub lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pasar transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi manajemen PSIM untuk mempertahankan performa tim dan bersaing lebih kompetitif di musim depan.



