Piala Dunia 2026: Jerman Gilas Debutan Curaçao 7-1, Neuer Catat Rekor
Baca dalam 60 detik
- Jerman membantai Curaçao 7-1 pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026, dengan brace Kai Havertz dan rekor Manuel Neuer sebagai pemain tertua Jerman di turnamen besar.
- Curaçao, negara kepulauan terkecil dalam sejarah Piala Dunia, harus menelan kekalahan telak meski sempat menyamakan skor lewat gol Livano Comenencia.
- Kemenangan ini menempatkan Jerman di puncak klasemen Grup E, sementara Curaçao akan menghadapi laga krusial melawan Ekuador pada 20 Juni.
Tim nasional Jerman memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao di Stadion Houston, Kamis (15/6) waktu setempat. Debutan turnamen itu tak berkutik menghadapi gempuran empat kali juara dunia yang tampil trengginas sejak menit awal.
Gol cepat Felix Nmecha pada menit keenam menjadi pembuka pesta Jerman. Memanfaatkan umpan Florian Wirtz, Nmecha melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dihalau kiper Curaçao. Namun, kejutan datang dari Curaçao saat Livano Comenencia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-21 lewat tendangan defleksi yang mengecoh Manuel Neuer. Gol tersebut sempat membangkitkan semangat pendukung Curaçao yang hadir di tribun.
Kegembiraan itu tak bertahan lama. Jerman kembali unggul melalui sundulan Nico Schlotterbeck dari sepak pojok, sebelum Kai Havertz mengeksekusi penalti pada masa injury time babak pertama setelah Nmecha dilanggar di kotak terlarang. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua menjadi panggung dominasi Jerman. Jamal Musiala mencetak gol keempat pada menit ke-47 setelah menerima umpan terobosan Joshua Kimmich. Nathaniel Brown, yang menjalani debut Piala Dunia, menambah gol kelima lewat voli terukur. Dua gol tambahan dari Deniz Undav dan Havertz (gol keduanya) memastikan kemenangan 7-1.
Kemenangan ini membawa Jerman memuncaki Grup E dengan tiga poin, unggul selisih gol atas Ekuador yang sebelumnya menang tipis atas tuan rumah Amerika Serikat. Bagi Curaçao, kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga. Mereka harus segera bangkit karena pada 20 Juni akan menghadapi Ekuador dalam laga yang bisa menentukan nasib mereka di turnamen.
Bagi Indonesia, performa Jerman ini bisa menjadi referensi penting. Timnas Indonesia yang tengah berjuang menembus Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi Asia perlu meniru efektivitas serangan Jerman. Selain itu, rekor Neuer menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk tampil di level tertinggi, sebuah pelajaran bagi kiper senior Indonesia seperti Andritany Ardhiyasa.
Pertandingan berikutnya di Grup E akan menyajikan duel seru antara Jerman melawan Ekuador pada 21 Juni, sementara Curaçao akan berusaha meraih poin perdana saat berhadapan dengan Amerika Serikat. Mampukah Curaçao bangkit dari keterpurukan? Atau Jerman akan terus melaju tanpa hambatan?



