City Kian Nekat: Tawaran Rp2,3 Triliun untuk Anderson Ditolak Forest
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengajukan tawaran kedua senilai £120 juta (sekitar Rp2,3 triliun) untuk gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, namun kembali ditolak.
- Jika jadi, transfer ini akan memecahkan rekor termahal pemain Inggris, melampaui pembelian Declan Rice oleh Arsenal sebesar £105 juta pada 2023.
- Anderson, yang tengah bersiap membela Inggris di Piala Dunia 2026, lebih memilih bergabung dengan City ketimbang Manchester United yang sudah mundur dari perburuan.

Manchester City kembali menaikkan tekanan dalam perburuan gelandang muda Inggris, Elliot Anderson, setelah tawaran kedua senilai £120 juta (sekitar Rp2,3 triliun) ditolak mentah-mentah oleh Nottingham Forest. Langkah agresif ini menandai ambisi The Citizens untuk merekrut pemain berusia 23 tahun tersebut sebagai suksesor jangka panjang di lini tengah, terutama setelah kepergian Bernardo Silva.
Tawaran terbaru City terdiri dari £106 juta di muka ditambah bonus tambahan. Jika terealisasi, angka tersebut akan memecahkan rekor transfer pemain Inggris yang saat ini dipegang Declan Rice—yang diboyong Arsenal dari West Ham seharga £105 juta pada 2023. Anderson, jebolan akademi Newcastle United, telah lama menjadi incaran City, dan sumber internal klub menyebut negosiasi personal tidak menjadi kendala.
Namun, Forest tetap bergeming. Klub yang musim lalu berhasil menembus semifinal Liga Europa dan bertahan di Premier League meski berganti empat pelatih itu menilai Anderson sebagai aset tak tergantikan. Anderson sendiri lebih memilih pindah ke Etihad Stadium ketimbang Old Trafford, membuat Manchester United secara efektif mundur dari persaingan. United enggan terlibat perang harga dan hanya mengincar pemain yang benar-benar berniat bergabung.
Anderson saat ini tengah menjalani persiapan Piala Dunia 2026 bersama Timnas Inggris. Ia menjadi starter dalam kemenangan 3-0 atas Kosta Rika pada laga uji coba terakhir sebelum Three Lions menghadapi Kroasia di laga pembuka, 17 Juni mendatang. Meski turnamen akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, negosiasi antarklub tetap bisa berjalan paralel.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana nilai pasar pemain Inggris meroket drastis. Jika Anderson jadi pindah dengan harga tersebut, ia akan menjadi pemain termahal asal Inggris sepanjang masa, menggeser Rice. Fenomena ini juga bisa berdampak pada bursa transfer pemain Asia, termasuk potensi pemain Indonesia yang bermain di Eropa, meski skalanya masih jauh berbeda.
Di sisi lain, kepergian Bernardo Silva yang kontraknya habis membuat City harus segera mencari pengganti di lini tengah. Selain Anderson, Sandro Tonali dari Newcastle juga masuk radar City sebagai target jangka panjang. Namun, dengan harga yang terus melambung, pertanyaan besarnya adalah: sejauh mana City bersedia mengeluarkan dana untuk mengamankan tanda tangan Anderson? Ataukah Forest akan terus mempertahankan bintang mudanya dengan risiko kehilangan secara gratis di masa depan?



