Arsenal Buru Nico Paz: Bintang Masa Depan atau Godaan Piala Dunia?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal untuk merekrut gelandang serang Como, Nico Paz, dengan nilai transfer sekitar £43 juta.
- Paz, yang sempat dibina Real Madrid, menunjukkan performa gemilang di Serie A bersama Como dengan torehan 36 gol dan assist dalam 75 pertandingan.
- The Gunners juga memantau Ayyoub Bouaddi, namun data menunjukkan Paz unggul dalam hal progresivitas dan kontribusi defensif.

Arsenal dikabarkan tidak hanya terpukau oleh gemerlap Piala Dunia, tetapi juga serius menjajaki perekrutan gelandang serang asal Argentina, Nico Paz, yang kini membela Como. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan pihak pemain, meskipun harga yang dipatok mencapai £43 juta—angka yang membuat persaingan dengan Chelsea dan Real Madrid tak terhindarkan.
Paz, yang lahir di Spanyol dan sempat menimba ilmu di akademi Real Madrid, menjadi sorotan setelah dua musim gemilang bersama Como di bawah asuhan mantan kapten Arsenal, Cesc Fabregas. Dalam 30 penampilan Serie A musim 2024/25, ia mencatatkan 14 gol dan assist, serta menciptakan 11 peluang emas. Angka itu meningkat menjadi 18 gol dan assist plus 13 peluang emas pada musim berikutnya. Ketajamannya di depan gawang juga terlihat dari hanya tiga kali membuang peluang besar sepanjang musim 2025/26.
Yang membuat Paz menarik perhatian adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi lini tengah, mirip dengan Martin Odegaard. Ia tidak hanya piawai dalam menciptakan peluang, tetapi juga rajin membantu pertahanan. Musim lalu, ia rata-rata melakukan 3,4 tekel dan intersep per pertandingan—lebih baik dari Bouaddi yang hanya 2,9 meski berposisi lebih bertahan. Data dari DataMB menunjukkan Paz berada di persentil atas untuk umpan progresif dan dribel sukses, dengan rata-rata dua dribel per laga, jauh di atas Bouaddi yang hanya 1,1.
Di sisi lain, Arsenal juga memantau Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Lille yang tampil impresif saat Maroko menahan Brasil 1-1 di laga uji coba. Namun, data statistik menunjukkan Bouaddi masih kurang dalam hal progresivitas. Ia hanya berada di 45% terbawah untuk umpan progresif dan 44% terbawah untuk umpan ke depan. Dengan kontribusi assist yang minim, Bouaddi dinilai belum siap menjadi pengatur serangan utama.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik pemain muda berbakat dari Amerika Selatan dan Afrika. Arsenal, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, kerap menjadi sorotan. Jika Paz bergabung, ia bisa menjadi idola baru, mengingat gaya bermainnya yang elegan dan produktif. Namun, persaingan dengan Real Madrid yang memiliki klausul pembelian kembali dan Chelsea yang siap menawar membuat saga ini masih panjang.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung pembuktian bagi Paz, yang masuk dalam skuad Argentina. Dengan kehadiran Lionel Messi, peluang bermain mungkin terbatas, tetapi jika diberi kesempatan, ia bisa menunjukkan kualitasnya. Arsenal pun harus bijak: jangan sampai tergoda performa instan di turnamen, melainkan fokus pada potensi jangka panjang. Pertanyaannya, akankah Paz menjadi rekrutan mahal yang sepadan, atau sekadar kilasan musim panas?



