Shin Tae-yong Bantah Isu Anggaran Rp546 Miliar: Transfer Pemain Belum Ditentukan
Baca dalam 60 detik
- Klaim anggaran 30 juta dolar AS untuk belanja pemain Persija dibantah langsung oleh Shin Tae-yong dalam sesi perkenalan resmi.
- Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan akan berdiskusi dengan manajemen klub sebelum menentukan strategi transfer.
- Persija dikaitkan dengan sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia, termasuk Marselino Ferdinan, sebagai bagian dari rencana perekrutan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
Shin Tae-yong secara tegas membantah kabar yang menyebutkan dirinya mendapat jatah belanja pemain sebesar 30 juta dolar AS atau setara Rp546 miliar dari Persija Jakarta. Klaim yang beredar di media sosial itu langsung ditepis dalam konferensi pers perkenalannya sebagai pelatih anyar Macan Kemayoran, Senin (9/6/2026).
Isu tersebut pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram @goalpost_asia pada sehari sebelumnya. Akun itu menyebutkan bahwa Persija telah menjanjikan investasi fantastis untuk mendatangkan pemain baru demi mengejar gelar juara. Namun, dalam jumpa pers di Jakarta International Stadium, Shin mengaku belum mengetahui angka pasti anggaran transfer yang akan digelontorkan.
“Untuk masalah transfer pemain berapanya itu belum tahu juga,” ujar Shin di hadapan awak media. Ia menambahkan bahwa segala keputusan terkait bursa transfer akan dibahas bersama Presiden Persija, Mohamad Prapanca, serta pihak pemilik klub, Keluarga Bakrie. “Pastinya kita akan diskusi bersama dengan pak Panca dan owner Persija,” tegasnya.
Kepastian yang baru diberikan Shin adalah perekrutan Mariano Peralta dari Borneo FC Samarinda. Selain itu, rumor menghubungkan Persija dengan sejumlah mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia, seperti Marselino Ferdinan. Shin mengakui bahwa ia ingin membawa pemain-pemain berkualitas untuk meningkatkan persaingan Liga Indonesia dan menjadikan Persija sebagai teladan.
Kabar anggaran besar ini memicu spekulasi di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Jika benar, Persija akan menjadi salah satu klub dengan belanja pemain tertinggi di Asia Tenggara. Namun, pernyataan Shin justru mengindikasikan bahwa manajemen masih akan mengkaji ulang skema transfer. Langkah ini bisa menjadi strategi untuk meredam ekspektasi publik atau sekadar negosiasi internal.
Bagi Persija, kehadiran Shin Tae-yong membawa harapan baru setelah beberapa musim tanpa gelar. Pengalamannya membawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia 2023 menjadi modal berharga. Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun skuad kompetitif dengan anggaran yang realistis. Jika isu Rp546 miliar hanya gimik, publik akan menanti gebrakan nyata di bursa transfer.
Ke depan, keputusan Persija dalam merekrut pemain akan menjadi ujian kredibilitas Shin dan manajemen. Akankah Macan Kemayoran benar-benar berani berinvestasi besar, atau justru memilih pendekatan lebih hati-hati? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan saat bursa transfer musim 2026/2027 bergulir.



