Hoaks Menggoreng Isu Impor Telur dari China, Begini Fakta Sebenarnya
Baca dalam 60 detik
- Unggahan viral di Facebook mengklaim pemerintah memesan 700 juta butir telur dari China menggunakan APBN dan mengusulkan kenaikan pajak, namun klaim itu tidak berdasar.
- Penelusuran tim verifikasi Polri tidak menemukan satu pun laporan resmi atau pemberitaan kredibel yang mendukung narasi tersebut.
- Foto yang digunakan dalam unggahan hoaks ternyata berasal dari artikel idxchannel.com tentang kerja sama KADIN dengan pengusaha China membangun industri unggas, bukan impor telur.
Klaim bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) mengimpor 700 juta butir telur dari China menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mendorong kenaikan pajak rakyat adalah informasi palsu. Narasi yang beredar luas di Facebook itu tidak memiliki dasar faktual dan telah dibantah oleh hasil penelusuran tim verifikasi Polri.
Unggahan yang viral tersebut menampilkan foto dan teks yang menyebut "MBG pesan 700 juta butir telur ke China menggunakan APBN dan Zulkifli usulkan pajak rakyat harus naik". Namun, setelah dilakukan pencarian dengan kata kunci "BGN Impor Ratusan Juta Butir Telur dari China" di mesin pencari Google, tidak ditemukan satupun laporan resmi atau pemberitaan dari media kredibel yang mengonfirmasi kebenaran klaim tersebut.
Lebih jauh, foto yang digunakan dalam unggahan hoaks ternyata merupakan gambar dari artikel idxchannel.com yang dimuat pada 21 April 2026. Artikel tersebut berjudul "MBG Butuh 700 Juta Telur per Tahun, KADIN Gaet Pengusaha China Bangun Industri Unggas". Isinya sama sekali tidak menyebutkan impor telur, melainkan rencana kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dengan pengusaha China untuk membangun industri unggas di Indonesia guna memenuhi kebutuhan telur nasional.
Kesimpangsiuran informasi ini menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama terkait isu ketahanan pangan dan kebijakan fiskal. Publik diingatkan untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, khususnya yang bersifat sensitif seperti penggunaan APBN dan kenaikan pajak. Pemerintah melalui berbagai lembaga terus berupaya meningkatkan produksi telur dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor, bukan sebaliknya.
Ke depan, masyarakat diharapkan lebih kritis terhadap konten yang beredar di media sosial. Selalu periksa sumber berita dan bandingkan dengan informasi dari kanal resmi pemerintah atau media terpercaya. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang belum jelas kebenarannya, karena hoaks semacam ini hanya akan mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.



