Modus Penipuan Lowongan Kerja Pertamina International Shipping: Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya
Baca dalam 60 detik
- Penipuan lowongan kerja mengatasnamakan Pertamina International Shipping (PIS) marak melalui WhatsApp dan media sosial, menjanjikan gaji hingga Rp8 juta.
- Pertamina menegaskan tidak pernah memungut biaya dalam proses rekrutmen; seluruh informasi hanya melalui recruitment.pertamina.com.
- Masyarakat diimbau melakukan verifikasi melalui Contact Center 135 atau email resmi untuk menghindari kerugian finansial.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
Penipuan lowongan kerja yang mencatut nama PT Pertamina International Shipping (PIS) kembali marak di media sosial, memanfaatkan tingginya minat pencari kerja terhadap BUMN energi nasional. Modus terbaru menyebar melalui pesan WhatsApp dan unggahan Facebook yang menawarkan posisi menarik di PIS, mulai dari Deck & Engine Department hingga jabatan profesional seperti Master, Engineer, Project Manager, Finance, dan Cyber Security. Pelaku bahkan menyertakan tautan WhatsApp untuk proses pendaftaran, dengan syarat minimal D3 atau ANT 1 serta pengalaman di bidang terkait.
PT Pertamina (Persero) melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen grup Pertamina, termasuk PIS, tidak pernah memungut biaya sepeser pun dari pelamar. βKami tidak pernah meminta pembayaran untuk biaya pendaftaran, tiket perjalanan, atau akomodasi dalam tahapan rekrutmen mana pun,β demikian bunyi pernyataan tersebut. Ciri paling mencolok dari hoaks ini adalah adanya permintaan uang, yang seringkali dibungkus sebagai biaya administrasi atau tiket menuju lokasi tes.
Selain permintaan pembayaran, penipu kerap mengarahkan pelamar untuk menggunakan jasa transportasi atau biro perjalanan tertentu yang telah mereka tunjuk. Komunikasi palsu juga sering berasal dari alamat email non-resmi, bukan domain @pertamina.com. Beberapa kasus bahkan menggunakan grup Telegram atau poster lowongan di TikTok yang terlihat meyakinkan namun tidak valid. Surat rekrutmen palsu biasanya mengandung banyak kesalahan penulisan, mencantumkan nomor WhatsApp pribadi, atau nama kontak reservasi tiket yang tidak resmi.
Bagi pencari kerja di Indonesia, maraknya penipuan ini menjadi pengingat untuk selalu waspada terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi lowongan yang beredar di luar kanal resmi. βJika ada yang meminta uang atau data pribadi sensitif, bisa dipastikan itu penipuan,β tegas juru bicara perusahaan. Langkah verifikasi dapat dilakukan dengan menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135 atau mengirim email ke [email protected].
Ke depan, penting bagi pencari kerja untuk membiasakan diri mengecek keabsahan informasi lowongan melalui situs resmi perusahaan. Pertamina juga terus memperkuat literasi digital masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Pertanyaannya, seberapa cepat masyarakat dapat beradaptasi dengan modus penipuan yang kian canggih?



