Gempa M 7,7 di Filipina: BNPB Minta Warga di 16 Wilayah Siaga Tsunami Segera Evakuasi
Baca dalam 60 detik
- Gempa magnitudo 7,7 di perairan Filipina memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, dengan status siaga mencakup 16 daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
- BNPB menginstruksikan evakuasi segera ke tempat lebih tinggi bagi warga di zona siaga, sementara wilayah waspada diminta menjauhi pantai dan menghentikan aktivitas perairan.
- Hingga saat ini, guncangan hanya terasa lemah selama 2-3 detik di Kepulauan Talaud dan Manado, dan tim gabungan terus memantau kondisi pesisir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan mendesak kepada masyarakat di belasan wilayah yang masuk kategori siaga dan waspada tsunami untuk segera menjauh dari garis pantai, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang perairan Filipina pada Senin (8/6) pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa wilayah berstatus siaga meliputi Minahasa, Bolaangmongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung. "Masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan penuh, serta secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai dengan tingkat ancaman di wilayahnya," ujar Muhari.
Berdasarkan pemodelan dampak tsunami yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang berstatus siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan warganya melakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi. Estimasi waktu tiba gelombang tsunami bervariasi, dimulai dari Kepulauan Sangihe pada pukul 06:51 WIB, disusul Kota Manado dan Minahasa Utara pada pukul 07:12 WIB, hingga Bolaang Mongondow pada pukul 07:22 WIB. Wilayah siaga juga mencakup Gorontalo Utara (07:26 WIB), Buol (07:27 WIB), dan Toli-Toli (07:29 WIB).
Sementara itu, bagi daerah berstatus waspada, BNPB meminta agar kesiapsiagaan tetap dijaga dengan mengarahkan warga menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai, serta menghentikan sementara seluruh aktivitas di perairan. Wilayah waspada meliputi Kepulauan Talaud (06:58 WIB), Kota Bitung (07:19 WIB), Halmahera di Maluku Utara (07:29 WIB), Donggala Utara (07:42 WIB), Minahasa Selatan Bagian Selatan (07:42 WIB), Kota Ternate (07:43 WIB), Kutai Timur di Kalimantan Timur (07:44 WIB), Kota Tidore (07:46 WIB), Bulungan (08:05 WIB), dan Nunukan (08:14 WIB).
Muhari memastikan situasi di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Berdasarkan laporan cepat Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado, guncangan gempa hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik. "Hingga saat ini, tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan guna memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman," jelasnya.
BNPB terus memperkuat koordinasi bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga kemanusiaan dan relawan penanggulangan bencana, yang telah bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah seluruh wilayah siaga dan waspada mampu merespons imbauan evakuasi tepat waktu sebelum gelombang diperkirakan tiba?



