Italia Uji Talenta Muda Lawan Yunani: Dua Debutan Siap Unjuk Gigi
Baca dalam 60 detik
- Pelatih interim Silvio Baldini memberi kesempatan debut penuh kepada Jeff Ekhator dan Honest Ahanor dalam laga uji coba melawan Yunani.
- Skuad Italia kali ini didominasi pemain U-21 setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, hanya empat pemain berpengalaman yang dipanggil.
- Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi regenerasi timnas Italia di bawah kepemimpinan sementara hingga pemilihan presiden FIGC selesai.

Tim nasional Italia akan menghadapi Yunani dalam laga persahabatan, Minggu (22/6) malam, dengan dua pemain muda berpotensi menjalani debut penuh. Pelatih interim Silvio Baldini diprediksi akan menurunkan penyerang Genoa, Jeff Ekhator, dan bek Atalanta, Honest Ahanor, sebagai starter β sebuah langkah berani di tengah proses regenerasi skuad Azzurri.
Baldini, yang sehari-hari menangani tim U-21 Italia, mengambil alih kursi pelatih senior setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri awal tahun ini. Ia tidak akan digantikan secara permanen sebelum pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada 22 Juni mendatang. Situasi transisional ini dimanfaatkan Baldini untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda yang ia kenal baik dari level junior.
Dari 24 pemain yang dipanggil, hanya empat nama yang sebelumnya pernah membela tim senior: kiper Gianluigi Donnarumma, bek Marco Palestra, gelandang Niccolo Pisilli, dan penyerang Pio Esposito. Esposito, yang mencetak gol kemenangan saat Italia mengalahkan Luksemburg 1-0 pada laga sebelumnya, dipastikan kembali menjadi ujung tombak. Namun, kali ini ia akan ditemani Ekhator di lini depan, sementara Ahanor β yang sudah menjalani debut singkat sebagai pemain pengganti melawan Luksemburg β dipercaya mengisi pos bek kiri.
Keputusan Baldini memanggil mayoritas pemain muda bukan tanpa risiko. Italia, yang pernah empat kali juara dunia, kini tengah berada dalam masa transisi terberat dalam sejarah modern mereka. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak, dan laga melawan Yunani menjadi ajang uji coba untuk melihat apakah generasi baru ini mampu membawa harapan baru. Menurut laporan Sky Sport Italia, hanya dua perubahan yang direncanakan dari susunan pemain saat melawan Luksemburg, yaitu masuknya Ekhator dan Ahanor.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Baldini dinilai sebagai strategi jangka pendek yang logis. βDengan tidak adanya tekanan kualifikasi, ini adalah momen tepat untuk memberikan menit bermain kepada pemain muda,β ujar seorang analis sepak bola Italia. βMereka perlu merasakan atmosfer tim senior sebelum benar-benar diandalkan di kompetisi resmi.β Namun, kritik juga muncul karena minimnya pengalaman di lini belakang dan tengah, yang bisa menjadi celah bagi Yunani untuk mengeksploitasi.
Laga ini juga menarik perhatian pencinta sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan pemain diaspora Italia. Meski tidak ada pemain keturunan langsung, gaya permainan Italia yang disiplin dan taktis sering menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Regenerasi yang dilakukan Italia saat ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi PSSI dalam membangun timnas jangka panjang.
Pertandingan melawan Yunani akan menjadi ujian pertama bagi Ekhator dan Ahanor untuk membuktikan diri di panggung internasional. Apakah mereka mampu menjadi bagian dari solusi kebangkitan Italia, atau justru menunjukkan bahwa kesenjangan antara level junior dan senior masih terlalu lebar? Jawabannya akan mulai terlihat di lapangan nanti malam.



