Spalletti Uji Kekuatan Alternatif: Juventus Turunkan Skuad Muda Lawan Standard Liege
Baca dalam 60 detik
- Juventus hanya memiliki tiga hingga empat pemain inti yang siap tempur dalam laga persahabatan melawan Standard Liege.
- Pelatih Luciano Spalletti mulai frustrasi karena ketiadaan sejumlah pilar utama di pramusim.
- Remaja 18 tahun Arman Durmisi mendapat kesempatan starter sebagai ujung tombak Bianconeri.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, harus meracik komposisi tim alternatif saat Bianconeri menghadapi Standard Liege dalam laga persahabatan pramusim di Belgia, Sabtu malam (waktu Indonesia), dengan mayoritas pilar utama masih absen.
Dalam duel yang digelar di Stade Maurice Dufrasne, Spalletti hanya bisa mengandalkan tiga hingga empat pemain yang ia anggap sebagai starter. Situasi ini membuat pelatih asal Italia itu mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi. โSaya hanya punya sedikit pemain inti yang benar-benar siap,โ demikian keluh Spalletti, seperti dikutip laporan media Italia.
Ketiadaan sejumlah nama besar seperti Gleison Bremer, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, Francisco Conceicao, dan Jonathan David memaksa Juventus mengandalkan kombinasi pemain muda dan pemain yang nyaris hengkang. Lois Openda, yang tengah dalam proses peminjaman ke Lyon, tetap masuk dalam skuad laga ini. Namun, ia tidak diturunkan sebagai starter.
Spalletti memberikan kepercayaan kepada remaja 18 tahun Arman Durmisi sebagai ujung tombak utama. Ia akan didukung oleh Vasilije Adzic dan Jeremie Boga di lini serang. Di lini tengah, Douglas Luiz yang baru kembali beraksi berduet dengan Manuel Locatelli. Sementara itu, Andrea Cambiaso dan Adin Licina mengisi pos wing-back.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga pramusim Juventus ini bisa menjadi ajang melihat calon bintang masa depan. Durmisi dan Licina misalnya, berpotensi menjadi nama yang kerap muncul di berita transfer. Selain itu, performa Douglas Luiz yang baru bergabung akan dipantau ketat mengingat besarnya ekspektasi terhadap gelandang asal Brasil tersebut.
Di kubu lawan, Standard Liege menurunkan skuad utama dengan Epolo di bawah mistar. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menyambut musim baru. Bagi Juventus, hasil bukan segalanya โ yang terpenting adalah membangun keselarasan tim di tengah keterbatasan pemain.
Dengan skuad yang pincang, mampukah Spalletti meramu strategi yang efektif? Laga ini setidaknya menjadi gambaran awal seberapa dalam kekuatan skuad Bianconeri musim ini. Jika pemain muda mampu tampil menonjol, bukan tidak mungkin mereka akan mendapat tempat reguler di skuad utama.



