Madonna Tolak Musik Tanpa Makna: Album Baru Jadi Medium Koneksi Manusia
Baca dalam 60 detik
- Madonna memutarkan visualiser album Confessions II di Tribeca Film Festival, menekankan musik sebagai alat koneksi antarmanusia.
- Pelantun 'Material Girl' itu mengkritik budaya ponsel di konser, meminta penonton meletakkan gawai dan benar-benar hadir.
- Album yang disutradarai TORSO ini menghadirkan cameo Sabrina Carpenter hingga Benedict Cumberbatch, menggabungkan sinema dan musik.

Madonna kembali menegaskan posisinya sebagai ikon yang tak sekadar menghibur. Dalam pemutaran perdana visualiser album terbarunya, Confessions II, di Tribeca Film Festival, New York, Jumat (5/6) lalu, diva berusia 67 tahun itu menyatakan penolakannya terhadap musik yang ia sebut 'mindless'—tanpa isi dan sekadar pengisi telinga.
Bagi Madonna, musik dansa bukanlah sekadar irama yang menggerakkan tubuh. "Kamu terhubung dengan alam semesta, terhubung dengan manusia lain," ujarnya seperti dikutip Deadline. Video berdurasi 13 menit yang menampilkan enam lagu pertama album itu ia rancang sebagai perjalanan emosional—dari kesendirian apartemen menuju hutan yang dipenuhi laser, metafora tentang keberanian mengambil risiko dan rasa ingin tahu.
Sikap anti-kemasan ini juga terlihat dari cara Madonna mengelola pengalaman menonton. Sebelum pemutaran, ia meminta penonton mengunci ponsel dalam kantong khusus. "Letakkan ponsel sialan kalian dan terhubunglah," tegasnya. Pengalaman pahit saat tampil di Coachella bersama Sabrina Carpenter April lalu membuatnya sadar: lautan layar ponsel menghalangi kontak mata dan energi langsung antara artis dan penonton.
Madonna juga memilih istilah 'visualiser' ketimbang 'video'—yang menurutnya terdengar murahan. "Saya pencinta film, dan film telah menginspirasi sebagian besar hidup saya," katanya. Ia memuji sutradara TORSO yang dianggapnya berasal dari planet lain dalam hal lingkungan visual dan 'dopamine-firing'.
"Saya tidak ingin membuat musik yang tidak bermakna. Saya ingin musik yang berbicara tentang sesuatu." — Madonna, dalam wawancara dengan Deadline.
Bagi penggemar musik Indonesia, pernyataan Madonna ini relevan di tengah maraknya lagu-lagu yang mengandalkan tren viral di TikTok. Industri musik Tanah Air juga kerap menghadapi dilema antara mengejar popularitas instan atau menjaga substansi. Sikap Madonna mengingatkan bahwa koneksi emosional dan cerita di balik lagu tetap menjadi fondasi karya yang bertahan lama.
Album Confessions II sendiri dijadwalkan rilis penuh dalam waktu dekat. Dengan jajaran cameo yang mencakup nama-nama besar dari dunia film dan musik, Madonna tampaknya ingin membuktikan bahwa di usia yang tak lagi muda, ia masih punya banyak cerita untuk dibagikan—dan ia ingin pendengarnya benar-benar mendengarkan, bukan sekadar menonton.



