Square Enix Hadirkan Final Fantasy Resonance: HD-2D Pertama dengan Kamera Dinamis
Baca dalam 60 detik
- Square Enix mengumumkan Final Fantasy Resonance, game pertama seri Final Fantasy dengan gaya HD-2D dan kamera dinamis, dalam Nintendo Direct terbaru.
- Game ini akan menggunakan sistem pertarungan turn-based modern, menggabungkan nostalgia klasik dengan mekanik kontemporer.
- Final Fantasy Resonance dijadwalkan rilis pada 22 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch dan Switch 2, menandai langkah baru Square Enix di konsol generasi mendatang.

Square Enix kembali mencuri perhatian para penggemar game klasik lewat pengumuman mengejutkan dalam ajang Nintendo Direct pekan ini. Tidak hanya meramaikan dengan deretan kabar terbaru seputar Kingdom Hearts, perusahaan asal Jepang itu juga memperkenalkan judul anyar: Final Fantasy Resonance. Game ini disebut-sebut sebagai angin segar bagi seri legendaris yang telah berusia puluhan tahun.
Final Fantasy Resonance hadir dengan pendekatan visual yang belum pernah diterapkan sebelumnya dalam franchise ini. Untuk pertama kalinya, Square Enix mengadopsi gaya HD-2D pixel art yang dipadukan dengan kamera dinamis. Teknik ini memungkinkan latar belakang dua dimensi yang kaya detail namun tetap mempertahankan nuansa retro, sementara kamera dapat bergerak bebas mengikuti aksi karakter—sebuah lompatan dari kebanyakan game HD-2D yang biasanya statis.
Dari segi gameplay, Square Enix memilih untuk kembali ke akar seri dengan sistem pertarungan turn-based. Namun, sentuhan modern diberikan agar mekaniknya terasa lebih cepat dan responsif, mengakomodasi selera pemain masa kini. Langkah ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan antara nostalgia dan inovasi, mirip dengan apa yang dilakukan oleh seri Dragon Quest atau Octopath Traveler.
Bagi penggemar di Indonesia, berita ini menjadi angin segar di tengah maraknya game bergaya realis. Pasar game retro di Tanah Air masih cukup kuat, terbukti dari popularitas game seperti Octopath Traveler dan seri Pixel Remaster Final Fantasy. Kehadiran Final Fantasy Resonance berpotensi menarik minat pemain yang menginginkan pengalaman klasik namun dengan kualitas visual yang lebih matang.
Keputusan Square Enix untuk merilis game ini secara bersamaan untuk Nintendo Switch dan Switch 2 juga menunjukkan strategi transisi yang hati-hati. Dengan basis pemain Switch yang masih besar, perusahaan tidak ingin meninggalkan pengguna konsol lama, namun sekaligus menyiapkan pijakan di platform generasi berikutnya. Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi distributor game di Indonesia untuk menyiapkan stok fisik maupun digital.
Meski detail lebih lanjut seperti alur cerita, karakter, dan fitur eksklusif belum diungkap, pengumuman ini sudah cukup membangkitkan antusiasme. Pertanyaan besarnya adalah: akankah Final Fantasy Resonance mampu menghidupkan kembali semangat era 16-bit tanpa kehilangan identitas modern? Jawabannya baru akan terjawab setelah perilisan tahun depan.



