Square Enix Hentikan Penjualan Kingdom Hearts Cloud di Switch, Beralih ke Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Square Enix menghentikan penjualan versi cloud Kingdom Hearts di Nintendo Switch per 9 Juni 2026, dengan akses terakhir hingga 2027.
- Pemilik versi cloud mendapat diskon khusus untuk membeli KINGDOM HEARTS Collection di Switch 2 yang rilis Oktober 2026.
- Langkah ini menandai transisi dari teknologi cloud ke perangkat keras generasi baru, berdampak pada pemain yang mengandalkan cloud gaming.

Square Enix secara resmi menghentikan penjualan empat judul Kingdom Hearts yang tersedia dalam versi cloud di Nintendo Switch, efektif sejak Selasa, 9 Juni 2026. Keputusan ini berbarengan dengan pengumuman peluncuran KINGDOM HEARTS Collection [I–III] untuk Nintendo Switch 2 yang dijadwalkan rilis pada 8 Oktober 2026. Para pemilik versi cloud masih dapat memainkan gim tersebut hingga 9 Juni 2027, setelah itu akses akan ditutup sepenuhnya.
Langkah Square Enix ini menandai pergeseran strategi dari solusi streaming berbasis cloud ke perangkat keras yang lebih mumpuni. Sejak dirilis pada 2022, versi cloud Kingdom Hearts di Switch menuai kritik karena ketergantungan pada koneksi internet stabil dan latensi yang sering mengganggu pengalaman bermain. Dengan hadirnya Switch 2 yang menawarkan performa lebih baik, penerbit asal Jepang itu memilih untuk menyajikan ulang trilogi klasiknya dalam bentuk koleksi fisik dan digital tanpa perlu streaming.
Bagi pemilik versi cloud, Square Enix menyediakan jalur upgrade dengan harga khusus. Mereka yang telah membeli salah satu atau seluruh gim cloud dapat memperoleh versi setara dari KINGDOM HEARTS Collection di Switch 2 dengan diskon melalui Nintendo eShop. Data simpanan (save data) dari versi cloud juga dapat ditransfer ke versi digital baru, memastikan progres pemain tidak hilang. Detail lebih lanjut mengenai besaran diskon dan mekanisme transfer belum diumumkan secara rinci, namun dijadwalkan tersedia menjelang peluncuran konsol.
Konteks Indonesia: Meskipun cloud gaming belum populer secara luas di Indonesia karena keterbatasan infrastruktur internet, langkah Square Enix ini memberikan pelajaran penting bagi pasar game lokal. Pemain Indonesia yang sempat membeli versi cloud Kingdom Hearts mungkin merasa diuntungkan dengan opsi upgrade diskon, namun juga harus bersiap dengan batas waktu akses yang singkat. Ke depannya, keputusan serupa dari penerbit lain bisa mempengaruhi preferensi konsumen terhadap model distribusi gim, terutama di negara dengan penetrasi broadband yang belum merata.
Menurut analis industri game, langkah Square Enix mencerminkan tren global meninggalkan cloud gaming untuk judul-judul berat yang membutuhkan responsivitas tinggi. “Cloud gaming memang menawarkan fleksibilitas, tetapi untuk gim aksi seperti Kingdom Hearts, latensi menjadi masalah krusial. Dengan Switch 2 yang memiliki spesifikasi lebih kuat, masuk akal jika penerbit beralih ke distribusi konvensional,” ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa keputusan ini juga bisa menjadi sinyal bagi Nintendo untuk lebih fokus pada perangkat keras daripada layanan streaming.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Square Enix akan menerapkan kebijakan serupa untuk judul cloud lainnya di platform Nintendo. Dengan semakin dekatnya peluncuran Switch 2, para pemain disarankan untuk segera memanfaatkan masa transisi ini agar tidak kehilangan akses permanen terhadap gim yang telah dibeli. Bagi yang belum memiliki versi cloud, opsi untuk menunggu koleksi fisik di Switch 2 mungkin menjadi pilihan lebih bijak.



