Modus Penipuan Mengatasnamakan BCA Kembali Terjadi, Nasabah Diminta Waspada
Baca dalam 60 detik
- Klaim pendaftaran undian Gebyar BCA 2026 yang beredar di Facebook dipastikan hoaks oleh pihak bank.
- BCA tidak pernah meminta data pribadi atau biaya pendaftaran dalam program undian resminya.
- Nasabah diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BCA dan melaporkan akun penipuan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7836624/original/039364800_1780657446-Tugas__26_.jpg)
Penipuan mengatasnamakan BCA kembali marak di media sosial. Kali ini, sebuah unggahan di Facebook mengklaim membuka pendaftaran undian Gebyar BCA 2026 dengan hadiah mobil, ponsel, dan emas. Unggahan tersebut meminta calon peserta mengisi nomor WhatsApp dan saldo akhir rekening. Padahal, program undian resmi BCA tidak pernah meminta data pribadi nasabah secara langsung.
Berdasarkan penelusuran, akun Facebook tersebut mengunggah informasi pada 29 Mei 2026 dengan narasi yang menggiurkan: 25 unit mobil CR-V, 50 smartphone, dan 25 batang emas. Untuk mendaftar, pengguna diminta mengklik tombol yang tersedia dan mengisi formulir. Namun, BCA melalui situs resminya telah memperingatkan bahwa praktik semacam itu adalah modus penipuan. Program Gebyar Hadiah BCA hanya dapat diikuti secara otomatis oleh nasabah pemilik rekening Tahapan, Tahapan Gold, atau Tahapan Xpresi, tanpa perlu mendaftar atau mencetak kupon.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa informasi yang menawarkan undian dengan hadiah mewah dan mencatut nama BCA adalah tidak benar. βKami pastikan informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan,β ujarnya dalam pernyataan yang dikutip pada Maret 2025. Pihak BCA juga mengingatkan agar nasabah tidak mengklik tautan mencurigakan atau memberikan data pribadi seperti nomor rekening, PIN, atau password kepada siapapun.
Modus penipuan serupa bukanlah hal baru. Sebelumnya, beredar pula tawaran undian dengan menggunakan foto direksi BCA untuk meyakinkan korban. Pola yang digunakan hampir sama: korban diminta mengisi data pribadi dan kemudian diarahkan untuk membayar sejumlah biaya administrasi. BCA menegaskan bahwa program undian resmi tidak memungut biaya sepeser pun dan poin dikumpulkan secara otomatis melalui transaksi di myBCA atau BCA mobile.
Bagi nasabah di Indonesia, penting untuk selalu waspada terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jika menerima informasi serupa, segera verifikasi melalui call center resmi BCA atau kunjungi kantor cabang terdekat. Jangan pernah mengklik tautan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi. Melaporkan akun penipuan ke platform media sosial juga dapat membantu mencegah korban lain.
Ke depan, masyarakat diharapkan semakin kritis terhadap informasi yang beredar di dunia maya. Literasi digital menjadi kunci untuk menghindari jebakan penipuan. Pertanyaannya, akankah modus serupa terus bermunculan dengan wajah baru? Yang jelas, kewaspadaan adalah benteng terakhir.



