Semifinal IBL 2026: Demam Panggung Bogor Hornbills, Satria Muda Unggul di Babak Pertama
Baca dalam 60 detik
- Bogor Hornbills kehilangan keunggulan 10 poin setelah Travin Thibodeaux terkena foul ketiga, membuat Satria Muda Pertamina memimpin 47-43 di babak pertama semifinal IBL.
- Niven Glover menjadi motor Satria Muda dengan 18 poin dan 7 rebound, sementara Stephaun Branch memimpin Hornbills dengan 15 poin namun gagal di free throw.
- Pelatih Hornbills menyoroti masalah disiplin pemain dan foul trouble yang menghambat rotasi asing, menjadi kunci yang harus diperbaiki di game berikutnya.

Bogor Hornbills harus menelan pil pahit di laga perdana semifinal IBL GoPay 2026 setelah keunggulan awal mereka buyar akibat foul trouble dan inkonsistensi pertahanan. Bertandang ke Bandung Arena, Jumat (5/6/2026), tim debutan semifinal itu tertinggal 43-47 saat turun minum, meski sempat memimpin hingga sembilan poin di kuarter pertama.
Satria Muda Pertamina tampil dengan starting five terbaiknya: Yudha Saputera, Sandy Ibrahim Aziz, Jalen Jones, Niven Glover, dan Giorgi Bezhanishvili. Sementara Hornbills mengandalkan Stephaun Branch, Antoni Erga, David Liberty Nuban, Travin Thibodeaux, dan Kaleb Wesson. Sejak awal, Hornbills menunjukkan taji dengan tiga tembakan tiga angka beruntun tanpa balas (9-0). Namun, keunggulan itu perlahan tergerus seiring buruknya transisi pertahanan tim tamu.
Masalah utama Hornbills muncul di kuarter kedua. Thibodeaux, salah satu pemain kunci, harus duduk lebih awal setelah mendapatkan pelanggaran ketiga. Situasi ini langsung dimanfaatkan Satria Muda untuk membalikkan keadaan. Tim tuan rumah mencetak 26 poin di kuarter tersebut, sementara Hornbills hanya mampu membalas 17 poin. Pelatih Hornbills, Cesar Camara Perez, menyayangkan hilangnya fokus timnya. "Mereka punya tiga pemain asing di dua kuarter, kami hanya dua. Pemain terbaik kami tidak menghormati wasit, itu masalahnya," ujarnya.
Di sisi lain, Satria Muda menunjukkan efektivitas tinggi. Niven Glover menjadi bintang dengan 18 poin dan 7 rebound, sementara Jalen Jones menambahkan 15 poin dan 5 rebound. Keduanya menjadi ancaman konstan di area paint dan perimeter. Pelatih Hornbills mengakui bahwa timnya harus lebih disiplin dalam bertahan untuk mengantisipasi permainan pick and roll Satria Muda. "Jika kami tidak disiplin di defense, SM akan melakukan pick and roll untuk membunuh kami. Kami akan mencoba menghentikan Niven Glover di babak kedua," kata Coach Cesar.
Bagi Hornbills, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Sebagai tim yang baru pertama kali menembus semifinal, tekanan panggung besar tampak memengaruhi konsentrasi pemain. Kehilangan keunggulan 10 poin di kandang lawan bukanlah akhir, tetapi menjadi sinyal bahwa perbaikan segera diperlukan. Sementara Satria Muda, dengan pengalaman dan kedalaman skuat, berhasil memanfaatkan setiap celah lawan. Game 2 akan menjadi ujian mental bagi Hornbills: mampukah mereka bangkit atau justru tenggelam dalam tekanan?



