Semifinal IBL: Pelita Jaya di Pojok, Dewa United Incar Tiket Final
Baca dalam 60 detik
- Dewa United unggul 1-0 atas Pelita Jaya di semifinal IBL setelah menang dramatis 78-76 lewat tip-in Troy Gillenwater.
- Pelita Jaya optimistis membalas di Game 2 berkat kemampuan mengejar ketertinggalan 12 poin di babak kedua.
- Pertandingan kedua berlangsung Senin malam di PJ Arena, Jakarta, dengan tiket final sebagai taruhan.

Persaingan menuju final IBL GoPay 2026 kian memanas setelah Dewa United Banten sukses mencuri kemenangan tipis 78-76 atas Pelita Jaya Basketball Jakarta di Game 1 semifinal, Sabtu (6/6) malam. Kemenangan yang diraih lewat tip-in Troy Gillenwater saat pertandingan tersisa 0,4 detik itu membuat Dewa United unggul sementara 1-0 dalam seri best of five.
Jalannya laga menyajikan drama yang jarang terlihat di babak semifinal. Dewa United sempat memimpin hingga 22 poin di pertengahan pertandingan, namun hampir kehilangan keunggulan tersebut setelah Pelita Jaya bangkit di kuarter keempat. Pelita Jaya bahkan berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir berkat tembakan tiga angka Andakara Prastawa Dhyaksa, sebelum akhirnya Gillenwater menjadi pahlawan kemenangan tim tamu.
Pelatih Pelita Jaya, David Singleton, enggan larut dalam kekalahan. Ia justru melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. "Kami tidak akan membahas hal negatif. Fokus kami adalah Game 2. Saya melihat tim mampu mengejar ketertinggalan 12 poin di babak kedua. Itu bukti kami bisa menyamakan kedudukan," ujarnya. Keyakinan Singleton didasari oleh kemampuan adaptasi yang ditunjukkan pemainnya setelah jeda.
Di kubu lawan, Pelatih Dewa United Agusti Julbe Bosch mengakui bahwa Pelita Jaya telah melakukan penyesuaian yang efektif untuk membendung Donell Cooper II, yang menjadi motor serangan timnya. "Pelita Jaya melakukan adjustment bagus untuk menghentikan DJ (Cooper). Kami harus mencari solusi baru. Masalahnya, kami tanpa sadar memperlambat permainan untuk mengontrol, tapi justru mereka bisa mengejar," kata Bosch. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di Game 2.
Peran pemain cadangan menjadi sorotan tersendiri di laga pertama. Selain Prastawa yang tampil gemilang dengan 16 poin dan tiga tripoin dari tujuh percobaan, Rio Disi dari Dewa United juga menunjukkan kontribusi signifikan. Rio mencatat lima poin, tiga assist, satu steal, dan satu blok spektakuler yang menggagalkan upaya Agassi Goantara. Meski tembakan tiga angkanya di detik-detik terakhir gagal, Gillenwater sukses memanfaatkan rebound untuk memenangkan pertandingan.
Game 2 dijadwalkan berlangsung Senin (8/6) malam di PJ Arena, Jakarta, mulai pukul 19.00 WIB. Bagi Pelita Jaya, laga ini menjadi momentum wajib bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke final. Sebaliknya, Dewa United berpeluang mengamankan posisi jika mampu memenangkan pertandingan kedua. Seluruh pertandingan semifinal IBL GoPay 2026 hanya dapat disaksikan melalui layanan membership IBL TV.



