Mandhana Bawa Super Giants Tumbangkan Sunrisers: Pengejaran 143 Tanpa Cedera
Baca dalam 60 detik
- Smriti Mandhana mencetak 88 tak terkalahkan dari 50 bola, menjadi penentu kemenangan Manchester Super Giants atas Sunrisers Leeds di The Hundred.
- Pemain asal India itu menunjukkan ketenangan luar biasa saat timnya mengejar 143, meskipun rekan setimnya gagal memberikan dukungan berarti.
- Kemenangan ini mempertahankan rekor sempurna Super Giants dan menegaskan dominasi Mandhana sebagai salah satu batsman wanita terbaik di turnamen tersebut.

Smriti Mandhana kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu batsman wanita paling mematikan di dunia. Tanpa cedera sedikit pun, kapten India itu mengantarkan Manchester Super Giants meraih kemenangan empat wicket atas Sunrisers Leeds dalam lanjutan The Hundred di Headingley, Selasa (6/8/2024). Dengan skor 88 tak terkalahkan dari 50 bola, Mandhana menjadi satu-satunya pemain Super Giants yang mampu menembus angka dua digit selain kapten Meg Lanning yang hanya mencetak 24.
Keunggulan Sunrisers Leeds sebenarnya cukup menjanjikan setelah mereka mencatatkan 142-4 dalam 100 bola. Annabel Sutherland menjadi pilar dengan 35 dari 24 bola, sementara Bryony Smith dan Phoebe Litchfield masing-masing menyumbang 26 dan 31. Namun, kehadiran Mandhana di tengah lapangan seperti tembok yang tak tertembus. Dengan pukulan seven four dan four six, ia tidak hanya mempertahankan ritme tetapi juga mengambil alih permainan saat dibutuhkan.
"Kunci sukses saya adalah komitmen penuh pada setiap pukulan, tidak ada yang setengah-setengah," ujar Mandhana kepada Sky Sports setelah pertandingan. Ia menambahkan bahwa kemenangan seperti ini sangat penting untuk membangun momentum di turnamen franchise. "Jika Anda menang dengan cara seperti ini, itu benar-benar menempatkan kami di posisi yang baik. Di kriket franchise, Anda harus tetap rendah hati dan terus bergerak."
Momen krusial terjadi ketika Super Giants membutuhkan 16 dari 10 bola terakhir. Mandhana, yang saat itu berusia 30 tahun, melancarkan serangan brutal terhadap spinner Australia Jess Jonassen. Ia mencetak dua six berturut-turut, termasuk satu pukulan slog-sweep yang lolos dari tangkapan Darcey Carter di deep mid-wicket. Puncaknya adalah saat ia mengirim bola Annabel Sutherland melewati batas lapangan pada bola pertama set terakhir untuk memastikan kemenangan.
Pertandingan ini tidak hanya menunjukkan kegigihan Mandhana, tetapi juga kelemahan lini tengah Super Giants. Hanya dua pemain yang mampu mencetak double figures, sementara sisanya gagal memberikan kontribusi berarti. Pelatih tim mungkin perlu mengevaluasi strategi rotasi pemain untuk menjaga konsistensi. Di sisi lain, Sunrisers Leeds harus menyesuaikan rencana permainan mereka setelah kehilangan peluang menang di akhir laga. Sophie Ecclestone, yang biasanya menjadi andalan dengan bola, justru kebobolan 30 run dalam 20 bolaโsebuah catatan buruk bagi pemain internasional Inggris.
Bagi pecinta kriket di Indonesia, prestasi Mandhana menjadi contoh bagaimana seorang pemain bisa menjadi pembeda meskipun timnya sedang terpuruk. Turnamen The Hundred sendiri semakin populer di Asia Tenggara, dengan banyak pemain India dan Australia yang menjadi bintang. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak pemain Indonesia yang terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka, terutama dengan meningkatnya liputan media olahraga internasional di Tanah Air.
The Hundred akan berlanjut pada Rabu dengan double-header di Cardiff dan London. Welsh Fire akan menghadapi Trent Rockets, sementara MI London bersiap untuk derby melawan London Spirit. Kedua tim tuan rumah berharap bisa memanfaatkan momentum awal untuk mendekati babak knockout. Pertanyaan besarnya: dapatkah Mandhana mempertahankan performa ini hingga akhir turnamen dan membawa Super Giants meraih gelar?



