CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Pemprov Siapkan 10 Rute Alternatif
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktifkan kembali Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 7 Juni 2025, pukul 05.30-09.00 WIB.
- Sebanyak tujuh rute Transjakarta dan dua relasi LRT Jabodebek disiagakan untuk mendukung mobilitas warga selama penyelenggaraan CFD.
- Sepuluh jalur alternatif telah dirancang untuk mengalihkan arus lalu lintas, termasuk akses khusus menuju tempat ibadah, kedutaan besar, dan hotel di sekitar kawasan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 7 Juni 2025, mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Langkah ini diambil untuk menghadirkan ruang publik yang lebih sehat dan ramah lingkungan di tengah padatnya aktivitas perkantoran dan bisnis di koridor tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menegaskan bahwa HBKB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya konkret memberikan pengalaman baru bagi warga Jakarta. "Kami mengajak warga untuk merasakan aktivitas di koridor HR Rasuna Said yang lebih sehat dan nyaman. Pada saat yang sama, mobilitas masyarakat tetap kami jaga melalui rekayasa lalu lintas dan dukungan transportasi umum," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).
Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan telah menyiapkan tujuh rute Transjakarta yang melayani kawasan HBKB, meliputi L13 (Puri Beta–Flyover Kuningan Express), 13E (Puri Beta–Flyover Kuningan), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), 6 (Ragunan–Galunggung), 6A (Ragunan–Balai Kota via Kuningan), 6H (Senen–Lebak Bulus), dan 6M (Stasiun Manggarai–Blok M). Selain itu, LRT Jabodebek dengan relasi Dukuh Atas–Harjamukti dan Dukuh Atas–Jati Mulya juga beroperasi melalui Stasiun LRT Rasuna Said dan Setiabudi. Titik pemberhentian Transjakarta yang dapat dimanfaatkan antara lain Halte Setiabudi, Kuningan Madya, Karet Kuningan, dan Rasuna Said.
Pemprov DKI juga merilis sepuluh rute alternatif untuk mengalihkan arus kendaraan selama HBKB. Misalnya, lalu lintas dari arah Timur (Manggarai) menuju Barat (Tanah Abang/Karet) dialihkan melalui Jalan Sultan Agung–Galunggung–Karet Pasar Baru Timur III–Karet Pasar Baru Timur II–R.M Margono Djojohadikoesoemo. Sementara itu, kendaraan dari Selatan (Gatot Subroto) menuju Utara (Menteng) dapat melewati HR Rasuna Said–Prof DR. Satrio–Denpasar Raya–Setia Budi–Setia Budi Utara Raya–Setia Budi Tengah–Galunggung.
Rute alternatif juga dirancang khusus untuk mengakomodasi akses ke tempat ibadah, kedutaan besar, dan hotel. Misalnya, menuju Gereja di sisi Barat, kendaraan dari Utara (Galunggung) dapat melalui Galunggung–Setia Budi Tengah–Setia Budi Selatan–Setia Budi–Denpasar. Sementara untuk Kedutaan Besar Rusia dan Yunani, akses dari Selatan (Gatot Subroto) disediakan melalui HR Rasuna Said–Gilimanuk–Denpasar Raya–Prof. Dr. Satrio–berputar di Kuningan City–Denpasar Raya–Denpasar. Kanalisasi khusus juga dilakukan di Jalan Karet Karya (Taman Bakrie) menuju Kedutaan Besar Arab Saudi.
Budi mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan memanfaatkan transportasi umum yang tersedia. "Harapannya, HBKB di Jalan HR Rasuna Said dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menghadirkan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat bagi warga Jakarta," tutupnya.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana mengevaluasi dampak HBKB terhadap kualitas udara dan kepuasan warga sebelum memutuskan perluasan area bebas kendaraan bermotor di titik-titik strategis lainnya. Apakah koridor-koridor utama lain di Jakarta akan menyusul pola serupa?



