Sinyal Istana: Said Iqbal Diproyeksikan Masuk Kabinet Prabowo, Posisi Terkait Buruh
Baca dalam 60 detik
- Presiden Partai Buruh Said Iqbal diisukan segera bergabung ke Kabinet Merah Putih, namun ia meminta publik menunggu keputusan resmi Presiden Prabowo.
- Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi pembahasan masih berlangsung dan posisi Said kemungkinan besar berkaitan dengan isu ketenagakerjaan.
- Masuknya Said Iqbal ke kabinet dapat memperkuat representasi buruh dalam pemerintahan, namun detail posisi dan waktu pelantikan belum diungkap.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988446/original/089229300_1730529883-20241102_121958.jpg)
Istana Kepresidenan memberikan sinyal kuat bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan segera bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, Said Iqbal belum memberikan pernyataan resmi dan meminta publik untuk bersabar menanti pengumuman dari pemerintah.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden," ujar Said saat dikonfirmasi awak media pada Jumat, 5 Juni 2026. Ia memperkirakan jabatan yang akan diembannya berkaitan erat dengan isu ketenagakerjaan, sesuai dengan latar belakang perjuangannya selama ini sebagai tokoh buruh.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa proses diskusi terkait posisi Said Iqbal tengah berlangsung. "Sedang kita diskusikan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026. Prasetyo menambahkan bahwa posisi yang ditawarkan kemungkinan besar terkait dengan bidang buruh dan tenaga kerja, namun ia enggan merinci lebih lanjut apakah Said akan ditempatkan di Kementerian Ketenagakerjaan atau lembaga khusus seperti Dewan Buruh.
Keputusan untuk memasukkan Said Iqbal ke dalam kabinet dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengakomodasi aspirasi buruh yang selama ini kerap kritis terhadap kebijakan ketenagakerjaan. Sebagai tokoh yang dekat dengan serikat pekerja, Said diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan kalangan buruh yang kerap menuntut kenaikan upah dan perlindungan tenaga kerja.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya para pekerja dan pelaku industri, masuknya Said Iqbal ke kabinet dapat membawa perubahan dalam arah kebijakan ketenagakerjaan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai posisi spesifik yang akan dijabatnya, apakah sebagai menteri, wakil menteri, atau kepala badan khusus. Publik masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden Prabowo.
"Kemungkinan berkaitan dengan perjuangan beliau selama ini, yaitu buruh dan tenaga kerja," jelas Prasetyo saat ditanya lebih lanjut.
Prasetyo juga belum mengungkapkan kapan pelantikan Said Iqbal akan dilakukan. Ia meminta semua pihak bersabar dan menunggu keputusan resmi dari presiden. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: sejauh mana peran Said Iqbal mampu mengakomodasi tuntutan buruh di tengah tantangan ekonomi dan investasi yang dihadapi pemerintah?


