Istana Gelar Pelantikan Pejabat Baru: Nanik Pimpin BGN, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus
Baca dalam 60 detik
- Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden, Senin (8/6) sore.
- Pergantian pucuk pimpinan BGN terjadi setelah Dadan Hindayana dan dua wakilnya ditetapkan tersangka korupsi oleh Kejagung.
- Presiden Prabowo juga menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat dalam rangka efisiensi waktu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pelantikan sejumlah pejabat baru di lingkungan Istana Kepresidenan akan digelar Senin sore, 8 Juni 2025. Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana, sementara Said Iqbal, tokoh buruh, diangkat menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
Prasetyo menjelaskan, pelantikan dilakukan secara bersamaan untuk efisiensi. โPelantikan salah satu pejabat yang akan membantu beliau di pemerintahan, yang nanti rencananya juga akan bersamaan, diambil sumpah posisi, bersamaan dengan Pimpinan Badan Gizi Nasional, yaitu adalah Bapak Said Iqbal,โ ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta. Said Iqbal diminta langsung membantu Presiden Prabowo Subianto dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan buruh.
Selain Nanik, Prabowo juga mengangkat dua Wakil Kepala BGN baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono. Mereka menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Pergantian ini terjadi hanya sehari setelah Dadan Hindayana, Lodewyk, dan Sony ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi. Status tersangka itu diumumkan pada Minggu, 7 Juni 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo dijadwalkan menerima surat kepercayaan (Letter of Credentials) dari delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat. Menurut Prasetyo, acara penerimaan kredensial sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya, namun digabung dengan pelantikan untuk efisiensi waktu. โUntuk keserentakan, maka acara tersebut dilaksanakan pada hari ini,โ katanya.
Penunjukan Said Iqbal sebagai penasihat khusus menandai langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika ketenagakerjaan. Sebagai tokoh yang dikenal vokal memperjuangkan hak buruh, Said diharapkan mampu menjembatani kepentingan pekerja dengan kebijakan pemerintah. Sementara itu, pergantian pimpinan BGN yang mendadak menyusul kasus korupsi menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola lembaga tersebut ke depan. Publik menanti langkah konkret Nanik dalam membersihkan citra BGN dan memastikan program gizi nasional berjalan tanpa hambatan.
Ke depan, efektivitas kerja Nanik dan Said Iqbal akan menjadi sorotan, terutama dalam menangani isu-isu sensitif seperti stunting dan kesejahteraan buruh. Akankah kombinasi antara birokrat dan aktivis ini mampu membawa perubahan signifikan? Waktu yang akan menjawab.


