Buru Striker Muda Bournemouth, Manchester United Siapkan Dana Rp1,6 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan siap mengajukan tawaran untuk Eli Junior Kroupi, striker Bournemouth berusia 19 tahun, dengan banderol £80 juta.
- Klub asuhan Michael Carrick itu ingin menambah daya gedor lini depan setelah musim debut Benjamin Sesko yang dianggap belum maksimal.
- Persaingan dengan Arsenal dalam perburuan pemain muda asal Prancis ini diprediksi akan memicu perang harga di bursa transfer musim panas.
Manchester United kembali menunjukkan ambisinya di bursa transfer dengan membidik salah satu talenta muda paling bersinar di Premier League. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan siap mengeluarkan dana sebesar £80 juta atau sekitar Rp1,6 triliun untuk mengamankan jasa Eli Junior Kroupi, striker AFC Bournemouth yang baru berusia 19 tahun. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa United serius memperkuat lini depan musim depan, meski baru saja merekrut Benjamin Sesko pada jendela transfer sebelumnya.
Menurut laporan dari Sports Boom yang dikutip oleh Football Fancast, United kini berada dalam posisi siap untuk melancarkan 'serangan besar' guna menggaet Kroupi. Mereka harus bersaing ketat dengan Arsenal, yang juga disebut-sebut tertarik memboyong pemain yang pernah membela Lorient tersebut. Bournemouth sendiri dikabarkan telah menetapkan harga tinggi untuk pemainnya itu, menjadikannya salah satu pembelian termahal dalam sejarah United jika terealisasi.
Kroupi mencatatkan musim debut yang impresif di Premier League pada 2025-2026 dengan koleksi 13 gol dari 33 penampilan. Penampilannya yang konsisten membuatnya dijuluki 'ridiculous' oleh kreator konten Zaan. Selain itu, fleksibilitasnya menjadi nilai tambah—ia bisa bermain sebagai striker murni maupun gelandang serang, posisi yang kerap diisi Bruno Fernandes. Dengan jadwal padat musim depan, kehadiran Kroupi dinilai bisa menjadi opsi rotasi yang ideal bagi Carrick.
Keputusan United untuk kembali memburu striker menimbulkan pertanyaan. Benjamin Sesko, yang direkrut musim lalu, baru mencetak 11 gol dalam 30 pertandingan—angka yang dianggap cukup namun belum memuaskan untuk standar klub sebesar United. Manajemen klub, yang kini berada di bawah kendali INEOS, tampaknya tidak ingin mengambil risiko dengan hanya mengandalkan satu penyerang utama. Apalagi, ada kemungkinan Joshua Zirkzee hengkang, sehingga kebutuhan akan penyerang baru menjadi mendesak.
Di sisi lain, Arsenal yang baru saja meraih gelar juara Premier League juga tidak mau kalah dalam perburuan talenta muda. Persaingan kedua klub ini diprediksi akan memanaskan bursa transfer musim panas. Bagi Bournemouth, situasi ini menguntungkan karena mereka bisa memaksimalkan nilai jual Kroupi yang masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti, mengingat basis penggemar klub ini sangat besar di Tanah Air. Jika transfer ini terwujud, Kroupi akan menjadi salah satu pemain termahal yang pernah bermain di Old Trafford, dan publik Indonesia tentu akan menantikan aksinya di musim depan. Pertanyaannya, akankah Carrick berani menurunkan pemain semuda Kroupi di laga-laga krusial, atau ia hanya akan menjadi pelapis Sesko?



