Anthony Garbelotto Akui Keunggulan Bogor Hornbills Usai Tersingkir dari Playoff IBL
Baca dalam 60 detik
- Kesatria Bengawan Solo gagal melaju ke semifinal setelah kalah 1-2 dari Bogor Hornbills di babak pertama playoff IBL GoPay 2026.
- Pelatih Anthony Garbelotto memuji transformasi Bogor Hornbills yang tampil sebagai tim penantang gelar musim ini, terutama di bawah asuhan pelatih muda Cesar Camara Perez.
- Kekalahan ini menjadi tahun ketiga berturut-turut Kesatria gagal menembus delapan besar, meski berhasil mencuri satu kemenangan di playoff sebagai catatan positif.
.jpeg)
Pelatih kepala Kesatria Bengawan Solo, Anthony Garbelotto, harus mengakui keunggulan Bogor Hornbills setelah timnya tersingkir di babak pertama playoff IBL GoPay 2026 dengan skor 1-2. Meski kecewa, Garbelotto menilai Hornbills layak menjadi salah satu tim terkuat musim ini berkat transformasi besar yang mereka lakukan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Garbelotto—yang telah malang melintang di IBL sejak 2022 dan menyandang gelar Pelatih Terbaik IBL 2025—mengakui bahwa Hornbills telah menunjukkan performa konsisten sejak awal musim. "Mereka terlihat seperti tim penantang gelar sejak awal. Mereka mendatangkan pemain-pemain bagus, dan hasilnya jadi salah satu top tim di liga musim ini," ujarnya.
Garbelotto juga menyoroti peran Cesar Camara Perez, pelatih kepala Hornbills yang baru pertama kali menangani tim di IBL. Meski masih muda, Perez dinilai mampu membawa timnya keluar dari tekanan di momen-momen krusial. "Coach Cesar bagus memimpin tim ini. Sehingga bisa konsisten sepanjang musim. Saya kira, tidak ada kata yang pantas diucapkan selain selamat dan sukses untuk babak selanjutnya," tambah Garbelotto.
Kekalahan ini menambah catatan pahit bagi Kesatria yang untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal melewati fase delapan besar. Namun, ada secercah harapan: untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Kesatria berhasil mencuri satu kemenangan di playoff. Garbelotto menilai ini sebagai peningkatan yang signifikan bagi tim asal Solo tersebut, terutama bagi pemain seperti Abraham Renoldi Wenas dan kolega.
Di sisi lain, Bogor Hornbills kini melaju ke semifinal dengan modal kepercayaan diri tinggi. Transformasi yang dilakukan sejak awal musim—termasuk perekrutan pemain baru dan strategi permainan yang solid—telah membuahkan hasil. Dengan pelatih muda seperti Perez, Hornbills menjadi ancaman serius bagi tim-tim lain di babak selanjutnya.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Bogor Hornbills mempertahankan konsistensi di semifinal? Atau justru Kesatria yang akan bangkit musim depan setelah mencatat kemajuan tipis di playoff tahun ini? IBL Indonesia musim 2026 masih menyimpan banyak kejutan.



