Kejutan di Stockholm: Werro Kalahkan Hodgkinson, Catat Waktu Tercepat Dunia 2024
Baca dalam 60 detik
- Audrey Werro dari Swiss menaklukkan juara Olimpiade Keely Hodgkinson di 800m putri Diamond League Stockholm dengan waktu 1:53.98, tercepat ketiga sepanjang masa.
- Hodgkinson tetap menorehkan rekor Inggris 1:54.33, namun harus mengakui keunggulan Werro yang memangkas lebih dari satu detik dari catatan pribadinya.
- Kekalahan ini menjadi motivasi bagi Hodgkinson menjelang 'pertarungan rekor dunia' di London, sekaligus menandai kebangkitan pelari muda Swiss.

Diamond League Stockholm 2024 menyajikan kejutan besar di nomor 800 meter putri. Juara Olimpiade Tokyo, Keely Hodgkinson, yang menargetkan rekor dunia musim ini, harus mengakui keunggulan pelari Swiss Audrey Werro. Meski mencatat waktu terbaik pribadi dan rekor Inggris, Hodgkinson finis di posisi kedua dengan selisih tipis.
Werro, yang baru berusia 22 tahun, melesat sejak awal dengan lap pertama 55,54 detik. Ia mempertahankan kecepatan hingga garis finis, mencatat waktu 1 menit 53,98 detik—tercepat ketiga dalam sejarah nomor 800m putri dan tercepat di dunia tahun ini. Hodgkinson, yang baru pertama kali turun di 800m outdoor musim ini, membukukan 1:54,33, memecahkan rekor Inggris miliknya sendiri. Posisi ketiga ditempati Roisin Willis dari Amerika Serikat (1:57,56).
"Lari yang cepat dan menarik," ujar Hodgkinson seusai lomba. "Saat Audrey memimpin, saya pikir 'tenang saja', tapi respek besar untuknya. Ini akan memotivasi saya lebih keras di latihan." Hodgkinson sebelumnya finis ketujuh di nomor 400m pada Kamis lalu, dan berencana turun di Eugene sebelum Diamond League London pada 18 Juli.
Kemenangan Werro menjadi sorotan karena ia memangkas lebih dari satu detik dari catatan pribadinya (1:56,64). Ini menandai kemunculan pesaing baru di nomor 800m putri yang selama ini didominasi Hodgkinson dan Athing Mu. Bagi Hodgkinson, kekalahan ini justru menjadi bahan evaluasi berharga. "Ini masih awal musim. Saya senang karena bisa belajar dari keputusan yang saya ambil. Audrey memang lebih baik hari ini," tambahnya.
Kejutan lain datang dari bintang lompat galah Swedia, Armand Duplantis. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, ia kalah di Diamond League. Duplantis, yang pada Maret lalu memecahkan rekor dunia ke-15 kalinya dengan lompatan 6,31 meter, hanya mampu melompat setinggi 5,80 meter—jauh dari standarnya. Pemenang nomor ini adalah Kurtis Marschall dari Australia dengan 5,90 meter. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa persaingan di nomor lompat galah semakin ketat.
Di nomor lain, pelari putri Inggris Amy Hunt mencatat waktu terbaik pribadi 10,97 detik di 100 meter, finis di belakang Melissa Jefferson-Wooden (AS). Sementara itu, pelari cepat Inggris Dina Asher-Smith hanya berada di posisi keenam dengan 11,24 detik. Di nomor 200 meter putra, Jeremiah Azu (Inggris) didiskualifikasi karena start palsu, sementara Kenneth Bednarek (AS) menang dengan 19,87 detik.
Bagi atlet Indonesia, hasil ini memberikan gambaran tentang standar elite dunia. Nomor 800 meter putri kini memiliki persaingan baru yang lebih sengit, sementara dominasi Duplantis mulai terusik. Pelari jarak menengah Indonesia, seperti Alvin Saputra atau Wahyu Setiawan, dapat menjadikan performa Werro sebagai tolok ukur untuk menembus level Asia dan dunia. Kejuaraan Asia dan Olimpiade 2024 di Paris akan menjadi ajang pembuktian.
Dengan rekor dunia 800m putri yang dipegang Jarmila Kratochvílová (1:53,28) sejak 1983, waktu Werro hanya terpaut 0,70 detik. Hodgkinson pun menyatakan siap "bertarung rekor dunia" di London. Pertanyaannya, mampukah Werro mempertahankan performa ini, ataukah Hodgkinson akan bangkit dan merebut kembali tahtanya? Musim trek dan lapangan 2024 masih panjang, dan kejutan demi kejutan terus berdatangan.



