Juventus Lega Lepas Gagal Openda ke Lyon, Pinjaman Tanpa Opsi Beli
Baca dalam 60 detik
- Juventus meminjamkan Lois Openda ke Olympique Lyonnais dengan biaya โฌ3,5 juta hingga 2027, tanpa opsi pembelian.
- Striker Belgia itu hanya mencetak dua gol dalam 34 penampilan, membuat Juventus terpaksa mengaktifkan kewajiban beli mahal dari RB Leipzig.
- Lyon diharapkan memulihkan performa Openda agar Juventus bisa menjualnya dengan harga lebih baik musim depan.

Juventus resmi melepas Lois Openda ke Olympique Lyonnais dengan skema pinjaman hingga 2027, tanpa menyertakan opsi pembelian dalam perjanjian tersebut. Langkah ini menjadi babak baru bagi striker asal Belgia yang gagal memenuhi ekspektasi di Turin sepanjang musim lalu.
Dalam pernyataan resmi, klub asal Turin itu merinci biaya pinjaman sebesar โฌ3,5 juta yang harus dibayar Lyon. Kesepakatan ini bersifat kering (dry loan), artinya tidak ada klausul yang mewajibkan atau mengizinkan Lyon membeli Openda secara permanen di akhir masa pinjaman.
Openda, 26 tahun, didatangkan Juventus dari RB Leipzig pada musim panas lalu dengan status pinjaman โฌ3,25 juta yang diwajibkan menjadi pembelian permanen senilai โฌ42,75 juta. Namun, penampilannya jauh dari harapan. Dari 34 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mencetak dua gol. Lebih memprihatinkan lagi, hanya sembilan kali ia menjadi starter. Pada dua bulan terakhir musim, Openda hanya tampil sebagai pemain pengganti sekali, menyaksikan timnya kesulitan dari bangku cadangan.
Kegagalan Openda menjadi salah satu transfer paling mengecewakan dalam sejarah Juventus. Dengan kontrak yang telah mengikat, Bianconeri terpaksa mengaktifkan kewajiban beli meskipun performa sang pemain buruk. Keputusan ini membebani keuangan klub Italia tersebut, yang kini berharap Lyon dapat menanggung gaji Openda dan membantunya menemukan kembali performa terbaiknya.
Menurut analis sepak bola Italia, langkah ini juga merupakan strategi Juventus untuk โmembersihkanโ nilai aset Openda. Dengan meminjamkannya ke klub Ligue 1 yang lebih cocok dengan gaya bermainnya, Juventus berharap nilai pasar Openda bisa naik sehingga mereka bisa menjualnya dengan harga lebih layak pada musim panas 2026 atau 2027. โIni investasi jangka pendek dengan risiko rendah,โ ujar seorang pengamat transfer kepada media Italia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus Openda menjadi pengingat bahwa tidak semua pemain mahal menjamin kesuksesan. Fenomena pemain yang gagal beradaptasi di klub besar kerap terjadi, dan tak jarang klub harus merugi besar. Namun, langkah Juventus ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia yang mulai berani belanja besar: pentingnya klausul opsi yang fleksibel dalam kontrak peminjaman.
Lyon, yang tengah membangun ulang skuad, berharap Openda bisa menjadi andalan di lini depan. Pelatih Pierre Sage dikabarkan sudah menyetujui rencana ini dan menantikan kedatangan pemain internasional Belgia itu. Apakah Openda mampu bangkit di Ligue 1 dan membuktikan bahwa kegagalannya di Italia hanyalah sebuah anomali? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



