Bonus Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi untuk Persib: Hasil Jual Sapi dan Janji Juara Lagi
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan bonus Rp1 miliar tunai kepada Persib Bandung atas hattrick juara BRI Super League.
- Dana bonus berasal dari penjualan sapi milik pribadi Dedi, dengan harga per ekor antara Rp40-60 juta.
- Dedi berjanji memberikan Rp2 miliar jika Persib kembali juara musim depan; manajemen akan alokasikan bonus untuk pemain.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menepati janjinya dengan menyerahkan bonus Rp1 miliar secara tunai kepada Persib Bandung setelah tim berjuluk Maung Bandung itu meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Penyerahan dilakukan di tengah rapat paripurna DPRD Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), dan langsung diterima Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita.
Keistimewaan bonus ini bukan hanya nominalnya, melainkan sumber dananya. Dedi Mulyadi mengaku uang tersebut berasal dari hasil penjualan sapi miliknya. "Harga sapi ada yang Rp50 juta, Rp60 juta, bahkan yang termurah Rp40 juta. Hitung saja sendiri, Rp1 miliar itu berapa ekor sapi," ujarnya dengan nada santai. Pernyataan ini sontak mengundang perhatian publik, menunjukkan pendekatan personal dan transparan seorang kepala daerah dalam memberikan apresiasi.
Gelar hattrick Persib di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi pencapaian langka. Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, tidak hanya memberikan bonus, tetapi juga motivasi agar tim terus berprestasi. Ia bahkan menjanjikan bonus lebih besar, Rp2 miliar, jika Persib kembali menjadi juara pada BRI Super League 2026/2027. "Kalau juara lagi, saya kasih bonus Rp2 miliar," tegasnya.
Komisaris PT PBB, Umuh Muchtar, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur. "Alhamdulillah, insya Allah tahun depan Persib juara lagi," katanya. Umuh mengindikasikan bonus akan dialokasikan khusus untuk pemain sebagai penghargaan atas perjuangan mereka. Ia juga mengisyaratkan manajemen sedang menyiapkan langkah strategis, termasuk mendatangkan pemain baru berkualitas, untuk mempertahankan dominasi.
Langkah Dedi Mulyadi ini menjadi sorotan karena menunjukkan komitmen nyata terhadap olahraga daerah. Di tengah anggaran daerah yang terbatas, inisiatif pribadi seperti ini bisa menjadi model bagi kepala daerah lain. Namun, pertanyaan yang muncul adalah seberapa berkelanjutan model pendanaan semacam ini, terutama jika Persib terus meraih sukses dan tuntutan bonus meningkat.
Ke depan, Persib tidak hanya harus mempertahankan performa di lapangan, tetapi juga mengelola ekspektasi publik dan dukungan dari pemerintah daerah. Dengan janji bonus Rp2 miliar, tekanan untuk kembali juara semakin besar. Mampukah Maung Bandung mempertahankan tahta dan kembali membuat Dedi Mulyadi merogoh kocek?



