Lando Norris Menang di Hungaria, McLaren Hampir Sempurna Saat Ferrari Tergelincir
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris menjuarai Grand Prix Hungaria, meraih kemenangan perdananya musim ini setelah McLaren memberikan mobil kompetitif.
- Ferrari, yang diunggulkan, melakukan banyak kesalahan sehingga gagal memanfaatkan potensi mobil tercepat di akhir pekan.
- Dengan hasil ini, Norris memangkas jarak menjadi 98 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli, tetapi ia enggan terlalu optimis menghadapi paruh kedua musim.

Lando Norris akhirnya memecah kebuntuan musim ini dengan kemenangan gemilang di Grand Prix Hungaria, Minggu (24/7), setelah tampil dominan dengan mobil McLaren yang nyaris sempurna—sementara Ferrari, favorit pra-balapan, justru terpuruk oleh rentetan kesalahan sendiri.
Pembalap Inggris itu start dari posisi terdepan, namun harus mengakui keunggulan rekan setimnya, Oscar Piastri, di tikungan kedua setelah kehilangan kendali. Meski sempat tertahan di posisi kedua, Norris menunjukkan kesabaran dan kecepatan konsisten yang membuatnya percaya diri mampu merebut kembali pimpinan. Strategi pit yang berbeda, ditambah insiden Piastri dengan Carlos Sainz saat me-lap, membuka jalan bagi Norris untuk memimpin dan tidak pernah melepaskannya hingga finis.
“Bukan tikungan keduaku yang terbaik, tapi setelah itu saya melihat kecepatan saya lebih unggul dalam hal degradasi ban dan ritme. Saya yakin tetap bisa menang,” ujar Norris, yang menyebut ini sebagai salah satu penampilan terbaiknya.
Kemenangan ini menjadi penanda kebangkitan McLaren setelah awal musim yang sulit untuk pembalap berusia 26 tahun itu. Dengan upgrade besar pada mobil dan tambahan di GP Belanda mendatang, Norris menunjukkan perkembangan signifikan dalam penguasaan mobil—sesuatu yang diakui oleh principal tim, Andrea Stella. “Lando kini lebih percaya diri, lebih sadar alat yang ia miliki, dan lebih mampu mengendalikan emosi,” kata Stella.
Di sisi lain, Ferrari menjalani akhir pekan yang mengecewakan. Setelah tampil impresif di sesi latihan, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton (yang pindah ke Ferrari musim ini) justru kehilangan momentum. Hamilton mendapatkan penalti karena menghalangi Piastri di kualifikasi, lalu terkena sanksi pit-lane speeding. Bos tim Frederic Vasseur mengakui timnya “terlalu banyak melakukan kesalahan” dan harus bekerja lebih keras pada hari Minggu.
Kimi Antonelli, pemimpin klasemen dari Mercedes, finis ketiga dan tetap unggul 50 poin dari Hamilton di posisi kedua. Namun, ia mewaspadai kebangkitan McLaren. “Dari segi kecepatan murni, saya tidak bisa menyaingi Lando akhir pekan ini. Saya tidak menyangka berada di posisi ini, tetapi kami akan terus mendorong,” ujar Antonelli.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, persaingan musim ini semakin menarik dengan munculnya nama-nama baru dan ketatnya perebutan gelar. Meski belum ada pembalap Indonesia di grid, antusiasme menonton tetap tinggi, terutama melalui siaran langsung di kanal televisi berbayar. Paruh kedua musim, yang dimulai setelah libur musim panas, akan menjadi penentu apakah Norris dan McLaren mampu memangkas jarak atau Antonelli semakin kokoh di puncak.



